Berita


Tidak Jadi Pinjam ke BanKaltim, Beralih ke PT SMI

PROKAL.CO, TARAKAN – Gonjang-ganjing power Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan tahun anggaran 2016 hingga Agustus masih berlanjut. Defisit anggaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir memaksa pemerintah daerah memutar otak untuk menutupi kekurangan dana pembangunan, tak terkecuali mencari pinjaman.

Untuk menutup kekurangan APBD, awalnya pemkot Tarakan mengajukan pinjaman ke Bank Kaltim. Namun, upaya ini terkendala aturan karena peminjaman di Bank Kaltim hanya untuk jangka pendek dan digunakan untuk memenuhi kekurangan dana. “Misalnya saat mau bayar gaji pegawai, tapi Dana Alokasi Umum (DAU) belum cair. Pemerintah bisa pinjam ke bank dulu, namun saat DAU sudah turun langsung dibayarkan. Sedangkan untuk utang dana pembangunan tidak bisa,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA) Kota Tarakan Arbain kepada Radar Tarakan kemarin (30/8).

Karena program pembangunan sudah masuk dalam pagu APBD Tarakan 2016, pihaknya mengalihkan pengajuan pinjaman kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dijelaksan Arbain, peminjaman yang diajukan sebesar Rp 400 miliar, yang saat ini sedang berproses. Arbain belum bisa memastikan apakah pengajuan pinjaman tersebut diterima atau tidak, tetapi untuk proses pengajuan pinjaman ini telah masuk dalam struktur penerimaan APBD Perubahan 2016 mendatang. “Prosesnya panjang. Rencana peminjaman ini sudah diancang-ancang sejak 2015. Tetapi karena sesuatu dan lain hal, tidak bisa kita teruskan pinjaman ke Bank Kaltim. Akhir Juli lalu diajukan kembali pinjaman ke SMI,” jelasnya.

PT SMI sebelumnya bernama Dirjen Pinjaman Daerah. Perusahaan keuangan ini didirikan untuk menangani pembiayaan infrastuktur daerah. Proses pengajuan pinjaman awalnya diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), setelah itu baru direkomendasikan ke Kementerian Keuangan. “Dan alurnya masih panjang lagi, sekarang banyak daerah yang mengajukan pinjaman ke PT SMI sehingga harus mengantre karena uangnya juga berasal dari APBN,” bebernya.

Ruang lingkup obyek pembiayaan sektor infrastruktur yang terdiri dari infrastruktur transportasi, jalan, pengairan, air minum, air limbah, telekomunikasi, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi, serta infrastruktur lain atas persetujuan Menteri Keuangan.

Dari besaran Rp 400 miliar tersebut, Arbain menuturkan baru sebatas permohonan. Nantinya usulan ini akan diverifikasi seperti berapa kemampuan Pemkot Tarakan dalam mengembalikannya. “Untuk pengembalian bisa dicicil maupun langsung cash. Tetapi begitu dana diterima Pemkot, hitungan bunga langsung berjalan. Dan masa pengembalian tidak boleh lebih dari masa jabatan kepala daerah. Kami prediksi mungkin hanya direalisasikan sekitar Rp 200 miliar,” bebernya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal