Berita


Track Record Baik, SMI Siap Gulirkan Miliaran Rupiah ke Lombok Tengah

LOMBOKita – Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam catatan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) masih cukup baik. Selama melakukan pinjaman dana pada perusahaan milik negara tersebut, daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) ini dinilai paling rajin melakukan pengembalian.

“Track record Lombok Tengah cukup baik, karena termasuk daerah yang paling rajin mengembalikan dana pinjaman. Dalam catatan kami, keinginan suatu daerah mengembalikan dana juga menjadi bahan evaluasi untuk pemberian dana selanjutnya,” ungkap Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Eko Putro Adijayanto di pendopo Bupati Lombok Tengah, Kamis (17/11/2016).

Eko menyebutkan, PT SMI yang sebelumnya bernama PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah memberikan pinjaman sebesar Rp90 miliar kepada Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan sarana infrastruktur di daerah ini. Sisa pengembaliannya sampai sekarang sebesar Rp 17 miliar, dan akan diselesaikan pada tahun 2017 mendatang.

“Alhamdulillah seluruh masyarakat Lombok Tengah telah dapat menikmati hasil pembangunan infrastruktur tersebut. Hampir seluruh jalan yang ada kini telah mulus. Tinggal bagaimana peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga dan memelihara yang telah dibangun tersebut,” ujar Eko di hadapan Bupati dan seluruh Kepala Satuan Kerja Pelayan Masyarakat di daerah ini.

Menurut Eko, keberadaan PT SMI yang bernaung dibawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia akan terus memberikan bantuan dan pembinaan kepada daerah yang membutuhkan pinjaman untuk perbaikan infrastruktur, baik jalan, pasar, rumah sakit dan sarana fasilitas umum lainnya. Sebab, menurutnya, setelah PIP berubah menjadi SMI, lebih fleksibel dalam menjalankan bisnis, tidak hanya terfokus untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Bahkan, lanjut Eko, Kabupaten Lombok Tengah yang kini menggalakkan sektor pariwisata juga dianggap cukup layak untuk mendapatkan dana pinjaman dana, sehingga infrastruktur jalan dan sarana pendukung lainnya bisa segera terbangun untuk menunjang sektor pariwisata.

“Bagi kami di SMI, Lombok Tengah ini cukup baik. Andai saja tidak dibawah Kementerian Keuangan, mungkin begitu ada pengajuan akan langsung kami berikan, tanpa harus proses verifikasi dan pemeriksaan persyaratan lainnya,” ucap Eko berseloroh.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir, SH., MM pada kesempatan tersebut secara rinci menjelaskan kondisi infrastruktur jalan, sebelum dan setelah mendapat pembinaan dari PIP yang kini menjadi SMI.

Bupati Suhaili FT juga mempresentasikan beragam potensi yang dimiliki daerah Tastura yang sampai saat ini masih membutuhkan dana yang cukup banyak untuk melakukan pembangunan, perbaikan sehingga pengelolaan lebih maksimal.

“Masih cukup banyak potensi kita yang butuh pengembangan, terutama untuk sektor pariwisata, pasar dan Rumah Sakit,” kata Suhaili.

Suhaili berharap, pihak SMI akan terus memberikan pinjaman dana dan pembinaan kepada Kabupaten Lombok Tengah untuk lebih memaksimalkan produktifitas segala potensi daerah yang sampai saat ini belum terkelola dengan baik.

“Mudah-mudahan kami terus mendapat kepercayaan agar mendapat pinjaman dana yang produktif untuk membangun beberapa sektor yang membutuhkan pembangunan dan perbaikan,” kata Bupati Lombok Tengah dua periode ini.

Terlebih lagi, kata Suhaili, Mandalika Resort yang merupakan salah satu dari 10 Kawasan Ekonomi Khusus yang ditetapkan oleh pemerintah sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, berada di Kabupaten Lombok Tengah. Tentu seluruh akses untuk menuju dari dari kawasan yang pada kepemimpinan Presiden Jokowi ini masuk dalam tiga besar skala prioritas ini harus benar-benar ditunjang oleh saran dan infrastruktur yang memadai.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI