Berita


Trans Sumatera: Hutama Karya Tambah Dana Talangan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Hutama Karya menyatakan telah melakukan amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait dana talangan bagi dua ruas trans Sumatera yakni Bakauheni—Terbanggi Besar (140 km) dan Pekanbaru—Dumai (130 km)

Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putera menjelaskan akan menambah dana talangan pada ruas Bakauheni—Terbanggi Besar sebesar Rp2 triliun menjadi Rp3,4 triliun, dari alokasi semula senilai Rp1,4 triliun.

Dia melanjutkan untuk ruas Pekan Baru–Dumai amandemen dilakukan dari alokasi semula senilai Rp50 miliar menjadi Rp266 miliar yang telah ditindaklanjuti oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) untuk masuk dalam Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)

“Bakauheni terbanggi besar, yang baru ada di PPJT sebelumnya Rp1,4 triliun sehingga perlu di addendum perlu ditindaklanjuti sehingga masuk di KPPIP untuk bisa masuk di LMAN. Sedangkan di Pekan Baru–Dumai Di KPPIP sudah ada Rp266 miliar tapi di PPJT baru ada Rp50 miliar, sehingga juga perlu diadendum,” katanya Senin (12/9/2016).

Putera mengungkapkan untuk melengkapi kekurangan alokasi dana talangan pada ruas Bakauheni—Terbanggi Besar, perseroan akan kembali mengajukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)senilai kurang lebih Rp2,2 triliun.

Sebelumnya BUMN sektor konstruksi tersebut tercatat telah melakukan penandatanganan fasilitas pinjaman untuk dana talangan lahan dengan PT SMI pada Juni lalu sebesar Rp1,8 triliun. Putera memerinci pinjaman Rp1,8 triliun tersebut telah dianggarkan Rp500 miliar untuk ruas Medan–Binjai (17km), Rp100 miliar bagi ruas Palembang—Indralaya (22 km), serta Bakauheni—Terbanggi Besar (140 km) senilai Rp1,2 triliun.

HK mengharapkan dengan tuntasnya pembebasan lahan hingga akhir Desember ini, maka tahun depan pengerjaan konstruksi dapat dikebut pengerjaannya secara signifikan. Selain itu, perseroan pada tahun ini optimistis akan mampu memenuhi setengah dari porsi pendanaan untuk kontruksi ruas Bakauheni—Terbanggi Besar atau senilai Rp8 triliun

Sejauh ini lanjutnya perseroan telah meraup ekuitas sejumlah Rp1,7 triliun yang akan ditambah dengan kucuran Penyertaan Modal Negara senilai Rp2 triliun serta penerbitan bond senilai Rp1 triliun tahun ini. Lewat ekuitas tersebut, kekurangan pendanaan sekitar Rp4 triliun dapat dituntaskan dengan pinjaman.

“Karena perbandingan ekuitas dan loan untuk ruas itu harus 50:50, kalau Hutama Karya sudah punya ekuitas Rp4 triliun sehingga kami juga boleh hutang Rp 4 triliun,” tekannya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar