Berita


Wika Jadi Mitra Strategis Matiere

Perusahaan asal Prancis, Matiere Group melalui PT Matiere Bridge Building Indonesia menggandeng PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk mengembangkan proyek jalan dan jembatan kerangka baja.

Direktur Keuangan Wika ANS Kosasih dan Chairman Matiere, Philippe Matiere, telah menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (29/3). Penandatanganan nota tersebut disaksikan oleh Presiden Prancis, Francois Hollande.

Setidaknya ada tiga agenda utama, yaitu pengerjaan jembatan rangka baja dengan spesifikasi tertentu, membangun pabrik dan fasilitas produksi jembatan di Indonesia dengan produk Matiere, serta memberi kesempatan bagi Wika untuk mengembangkan bisnis di luar negeri.

Tahun ini, Wika telah mengantongi beberapa kontrak untuk pekerjaan jalan dan jembatan, antara lain pembangunan jalan tol Serang-Panimbang senilai Rp 2,85 triliun, tol Cengkareng-Kunciran senilai Rp 1,98 triliun, dan Natar Bora Road di Timor Leste senilai Rp 157,7 miliar.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan di antaranya jembatan Tumbang Sumba Kalimantan Tengah senilai Rp 259,4 miliar, serta pembangunan jalan dan jembatan di Soibada Timor Leste senilai Rp 98,4 miliar.

“Kebutuhan pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia semakin meningkat seiring dengan semakin berkembangnya perekonomian di setiap daerah,” ungkap Kosasih. Menurut dia, Matiere yang memiliki spesialisasi di bidang struktur baja tentu akan semakin memberikan perbedaan terhadap Wika sebagai perusahaan infrastruktur terdepan di Tanah Air.

Sejumlah proyek ini tentunya menjadi peluang bagi Matiere untuk turut serta ke depannya, bila sesuai dengan teknologi jembatan modular yang dimiliki oleh investor asal Prancis tersebut. Tak tertutup kemungkinan juga memberikan bantuan keuangan. Sedangkan Wika sebagai mitra Matiere di Indonesia akan memfasilitasi penyediaan lahan dan perizinan demi kebutuhan fabrikasi.

Selama ini, dalam pembangunan jalan dan jembatan baja, Wika selalu menggunakan produk anak usahanya, yakni Wika Industri Konstruksi. Sedangkan untuk pengerjaan jalan dan jembatan beton, menggunakan produk Wika Beton.

Teknologi yang ditawarkan Matiere diyakini akan semakin melengkapi ragam produk anak usaha Wika tersebut.

Hingga pekan ketiga Maret, Wika telah mengantongi kontrak baru sebesar 34,6% dari target tahun ini yang sebesar Rp 43 triliun. Dengan demikian, total kontrak yang akan dibukukan Wika mencapai Rp 103 triliun pada akhir tahun ini. Wika meyakini target kontrak tersebut akan tercapai sejalan dengan rencana pemerintah yang bertekad membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke.

Dengan perolehan kontrak baru hingga pekan ketiga bulan ini, Wika memperkirakan laba lebih dari Rp 200 miliar sepanjang kuartal 1-2017. Hingga akhir tahun, perolehan laba bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

Pinjaman

Wika telah mendapat pinjaman sebesar Rp 5 triliun dari sindikasi delapan institusi keuangan. Pinjaman bertenor tiga tahun itu berbunga 7,8%.

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) Indonesia bertindak sebagai mandated lead arranger, dengan nilai partisipasi sebesar Rp 1 triliun. Adapun Bank of China Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berperan sebagai lead arranger, masing-masing berkomitmen memberikan pinjaman sebesar Rp 900 miliar.

Selaini itu, PT Bank BNP Paribas Indonesia juga menjadi lead arranger atas pinjaman sindikasi kepada Wika, tapi kredit yang disiapkan sebesar Rp 300 miliar. Sementara itu, PT Bank Mizuho Indonesia dan PT Bank ICBC Indonesia masing-masing menyediakan pinjaman sebesar Rp 375 miliar. Kemudian, PT Bank CTBC Indonesia menyiapkan plafon kredit sebesar Rp 250 miliar.

Sesuai rencana, Wika akan menggunakan pinjaman dari delapan institusi tersebut untuk modal kerja pembangunan jalan tol Ba-likpapan-Samarinda, serta pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja.

Direktur Utama Wika Bintang Perbowo pernah mengatakan, penandatanganan kredit sindikasi antara perseroan dan delapan institusi keuangan merupakan wujud komitmen untuk merealisasikan program Nawacita. Khususnya, melalui pembangunan infrastruktur yang dapat menggerakkan roda ekonomi nasional.

Adapun satu dari dua proyek Wika yang mengunakan dana pinjaman tersebut merupakan jalan tol yang akan menghubungkan daerah industri dan pertambangan, antara Balikpapan dan Samarinda. “Dengan pembangunan jalan tol itu, kami berharap dapat menekan biaya dan mempercepat proses maupun lalu lintas logistik,” kata Bintang.

Sementara itu, Direktur Keuangan Wrika Antonius NS Kosasih menambahkan, berdasarkan kesepakatan kredit, perseroan tidak akan menggunakan aset sebagai agunan. Sebaliknya, delapan institusi keuangan yang memberikan pinjaman justru menggunakan dasar tagihan Wika kepada badan usaha jalan tol (BUJT) Balikpapan-Samarinda dan Soreang-Pasir Koja sebagai jaminan.

“Pinjaman sindikasi yang kami terima juga memiliki tingkat bunga yang rendah, karena mengacu pada Jibor (Jakarta Interbank Offered Rate) ditambah margin 2%. Jibor kan sebesar 5,8%, sehingga kami hanya mendapat bunga 7,8%,” ujar dia.

 

Investor Daily - Wika Jadi Mitra Strategis Matiere

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal