SDG Indonesia One

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan dan PT SMI berupaya untuk mencapai tujuan SDGs melalui pembentukan suatu platform penyediaan infrastruktur yang terintegrasi dengan nama “SDG Indonesia One” yang mengkombinasikan dana publik dan privat melalui skema blended finance untuk disalurkan ke dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDGs.

Dengan berbagai pengalaman yang dimiliki dalam mengelola berbagai dana perbantuan dari lembaga donor/bilateral/multilateral baik dalam bentuk hibah, technical assistance, maupun pengembangan kapasitas serta adanya dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan, PT SMI dipercaya sebagai implementator dari platform ini. PT SMI tidak hanya memiliki kapasitas mengelola dana tetapi juga dapat mendorong percepatan deliverables melalui berbagai produk yang inovatif serta monitoring dari pelaksanaan proyek ini di lapangan.

SDG Indonesia One adalah sebuah platform yang mencakup 4 (empat) jenis pilar yang disesuaikan dengan appetite dari para donor dan investor yaitu: Development Facilities, De-Risking Facilities, Financing Facilities, dan Equity Fund. Platform tersebut bertujuan untuk menghimpun pendanaan dari investor, donor, dan filantropi untuk disalurkan kepada proyek-proyek di Indonesia yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pilar pertama yakni Development facilities ditujukan untuk mendorong penyiapan proyek-proyek infrastruktur baik di level nasional maupun di level pemerintah daerah. Dengan adanya development fund ini maka penyiapan proyek infrastruktur akan semakin baik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Pilar kedua yakni De-risking facilities ditujukan untuk meningkatkan bankability dari proyek-proyek infrastruktur sehingga menarik bagi pihak swasta dalam hal ini perbankan komersial maupun investor untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur.

Pilar ketiga yakni Financing facilities ditujukan untuk mendorong dan menstimulasi pembiayaan infrastruktur yang lebih besar, dengan menarik partisipasi pihak lain seperti perbankan komersial atau investor privat untuk dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur. Financing fund dapat berperan dalam bentuk produk pembiayaan yang fleksibel dan berfungsi sebagai closing the gap.

Pilar keempat yakni Equity fund ditujukan untuk mendorong partisipasi investor swasta untuk dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan SDGs. Dengan adanya equity fund, maka akan terjadi penguatan kapasitas permodalan bagi proyek-proyek baru (greenfield) dan juga dapat pula berperan sebagai asset recycling bagi proyek-proyek yang sudah beroperasi (brownfield).

Dengan adanya platform ini, Kementerian Keuangan dan PT SMI akan mentransformasikan kebutuhan menjadi kesempatan bagi banyak pihak untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDG.

Selain itu, platform ini juga memastikan pembangunan sektor infrastruktur sejak awal hingga memastikan ketersediaan pendanaan dan pelaksanaannya di lapangan. Dengan mengkombinasikan berbagai instrumen yang tepat, maka eksekusi penyediaan infrastruktur akan semakin baik sehingga dapat mendorong pembangunan yang inklusif dengan mengelola berbagai stakeholders, memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan serta selalu mengedepankan tata kelola yang baik.