SMinfra18

Tentang Indeks SMinfra18

Peran pasar modal sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur semakin penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan  Ekonomi Indonesia (MP3EI), diperkirakan   pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan dana sebesar Rp 1.786 triliun selama periode 2011-2014. Tentunya, diversifikasi sumber pembiayaan ini akan dilakukan mengingat kemampuan pemerintah cukup terbatas. Disinilah nanti peran pasar modal ikut berkontribusi sebagai salah satu sumber pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

Sejalan dengan misi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional, PT SMI bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusun Indeks SMinfra18, yaitu indeks harga saham yang berisi 18 emiten infrastruktur dan pendukungnya.  Pembentukan Indeks Sminfra18 ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor infrastruktur dan dimasa yang akan datang dapat mendorong perusahaan infrastruktur untuk menjadi perusahaan publik, sehingga dengan melibatkan pasar modal, kapasitas pembiayaan proyek-proyek infrastruktur akan semakin meningkat.

Indeks SMinfra18 adalah indeks yang terdiri dari 18 saham yang konstituennya dipilih dari sektor-sektor infrastruktur utama ataupun beberapa sektor pendukung dalam pembangunan infrastruktur. Dengan hipotesa ‘pembangunan infrastruktur’ akan berperan penting terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ke depan dan Pemerintah akan fokus pada pembangunan infrastruktur, maka infrastruktur menjadi sektor yang prospektif dan menarik bagi investor.  Investor pasar modal (manajer investasi, dana pensiun, asuransi dan investor perorangan) membutuhkan referensi yang lebih spesifik terhadap saham-saham infrastruktur sebagai acuan investasi.

Tujuan Indeks SMinfra18

  • Menjadi acuan bagi investor untuk berinvesatsi di saham infrastruktur dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar.
  • Menjadi underlying dalam pembentukan produk investasi seperti Exchane-Traded Fund (ETF), reksadana dan produk derivatif lainnya.
  • Meningkatkan kepercayaan investor, yang secara tidak langsung akan  meningkatkan performance emiten infrastruktur sehingga akan meningkatkan kemampuan emiten untuk mengakses pendanaan yang lebih luas dan lebih murah.
  • Mendorong perusahaan infrastruktur untuk menjadi perusahaan publik.

Kriteria Pemilihan Indeks SMinfra18

Pemilihan Indeks SMinfra18 saat ini berdasarkan kriteria sektor infrastruktur sebagai berikut:

  • Sektor infrastruktur yang eligble bagi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sesuai PMK No. 100/ PMK.010/2009, dimana sektor tersebut adalah:
    • Infrastruktur transportasi, meliputi pelabuhan laut, sungai atau danau, bandar udara, jaringan rel, dan stasiun kereta api
    • Infrastruktur jalan, meliputi jalan tol dan jembatan tol
    • Infrastruktur pengairan, meliputi saluran pembawa air baku
    • Infrastruktur air minum, meliputi bangungan pengambilan air baku, jaringan transmisi, jaringan distribusi, instalasi pengolahan air minum
    • Infrastruktur air limbah, meliputi instalasi pengolah air limbah, jaringan pengumpul dan jaringan utama, dan sarana persampahan yang meliputi pengangkut dan tempat pembuangan.
    • Infrastruktur telekomunikasi, meliputi jaringan telekomunikasi
    • Infrastruktur ketenagalistrikan, meliputi pembangkit, transmisi atau distribusi listrik
    • Infrastruktur minyak dan gas bumi, meliputi pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, transmisi, atau distribusi minyak dan gas bumi
  • Sektor-sektor yang mendukung pembangunan infrastruktur seperti: kontruksi, semen, baja dan sejenisnya, alat berat dan lain-lain.

Faktor-faktor fundamental yang menjadi kriteria dasar pemilihan konstituen Indeks SMinfra18 dan kontribusi perusahaan infrastruktur tersebut dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Aktivitas transaksi seperti nilai transaksi reguler, kapitalisasi pasar, frekuensi transaksi, jumlah hari transaksi, serta rasio free float saham.

Pemilihan komponen Indeks SMinfra18 juga memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dari emiten.

Metode Penghitungan Indeks SMinfra18

Metode penghitungan Indeks SMinfra18 sama dengan metode penghitungan indeks yang ada di BEI sekarang yaitu menggunakan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar atau market capitalization weighted average.

prosessminfra(1)

Hari Dasar Penghitungan Indeks SMinfra18

Indeks SMinfra18 diluncurkan pada tanggal 31 Januari 2013. Untuk menguji dan mendapatkan data historikal yang cukup panjang, Indeks SMinfra18 dihitung mundur hingga hari dasar pengitungan pada Desember 2004 dengan nilai indeks 100.

Periode Review Indeks SMinfra18

BEI dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan melakukan peninjauan berkala atas komponen Indeks SMinfra18 setiap 6 bulan yaitu pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya sehingga konstituen Indeks SMinfra18 akan diperbaharui setiap 01 Mei dan 01 November.

Komite Independen

IndeksSMinfra18 ini akan ditinjau secara berkala oleh Komite Independen yang telah ditunjuk yang terdiri dari:

Bacelius Ruru SH, LLM

Menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Negara BUMN (2001-2004) dan Ketua Satuan Tugas Prakarsa Jakarta, The Jakarta Initiative Task Force-JITF (2001-2003). Sebelumnya menjabat sebagai Deputi Menteri Negara BUMN dan Asisten Deputi Menteri Negara BUMN (1998-2001), Direktur Jendral Pembinaan BUMN, Departemen Keuangan (1995-1998) dan Ketua BAPEPAM (1993-1995.
Menjabat Ketua Badan Arbitrasi Pasar Modal Indonesia (BAPMI) sejak 2007 hingga saat ini.  Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Emiten Indonesia (2008-saat ini).  Menerima penghargaan sebagai Tokoh Pasar Modal pada tahun 2008.
Meraih gelar Master Hukum dari Harvard Law School, USA dan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia.

Prof. Firmansyah Ph.D

Saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan. Dosen dan Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI), aktif mengajar dan memberikan bimbingan program doktor pada jurusan manajemen strategi. Aktif menulis di media massa dengan topik tentang ekonomi, pembangunan, dan infrastruktur.  Dekan FE-UI periode 2009-2013.

Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan gelar doktor dari University of Pau et Pays de l’Adour, Prancis

DR. Aviliani

Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN), Ketua Indonesia Society of Independent Commissioners (ISICOM), Pengurus Perbanas Pusat, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Dewan Penasihat Asosiasi Emiten Indonesia dan Anggota Dewan Pakar Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) (2004-2005).

Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Atmajaya, Jakarta (1985), gelar Master dalam bidang Administrasi Niaga dari Universitas Indonesia, Jakarta (1995), dan menyelesaikan program Doktor dalam bidang Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor.

Konstituen Indeks SMinfra18

Daftar Saham yg masuk dalam perhitungan Indeks SMinfra18 (Periode : November 2015 – April 2016)

Performa Indeks SMinfra18

Review SMinfra18 Periode Semester II – 2013