Dorong Keberkelanjutan Pembangunan Daerah, PT SMI Biayai Infrastruktur di Kalsel dan Bengkulu

Upaya PT SMI selaku salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) dalam mendorong pembangunan infrastruktur daerah terus berlanjut. Selama 10 tahun eksistensinya, PT SMI telah mendukung 25 Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pembiayaan daerah dan saat ini PT SMI meningkatkan dukungannya dengan menyediakan fasilitas pembiayaan kepada 2 Pemda baru yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Bengkulu.

Dalam kerjasama ini, PT SMI mendukung Pemkab Kepahiang dengan membiayai peningkatan 4 ruas jalan kabupaten dan 2 jembatan dengan dengan total pembiayaan sebesar Rp59,9 miliar yang ditargetkan pembangunannya rampung pada tahun 2020. Dalam proyek ini, PT SMI juga turut andil dalam penyiapan proyek (Detailed Engineering Design atau DED Proyek) melalui skema Regional Infrastructure Development Fund – Project Development Facility (RIDF-PDF).

Sementara itu, PT SMI juga mendukung Pemkot Banjarbaru dengan membiayai pembangunan pasar modern dengan nilai pembiayaan sebesar Rp104,5 miliar. Pasar yang ditargetkan pembangunannya rampung di tahun 2020 ini ke depannya akan meningkatkan kapasitas dari 569 menjadi 819 pedagang.

PT SMI melalui Divisi Pembiayaan Daerah telah menyediakan fasilitas pembiayaan sebesar Rp4,4 triliun kepada jajaran Pemda yang mayoritas 78% berada di Indonesia Tengah & Timur untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di daerahnya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan kuat pemegang saham dan seluruh Pemangku Kepentingan serta upaya cerdas SMIers (karyawan PT SMI) dalam mewujudkan pembangunan daerah yang mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Sinergi SMV Kemenkeu Dukung Terwujudnya Konektivitas 149.400 Titik Layanan Publik

Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) yaitu PT SMI dan PT PII bersinergi mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika serta BAKTI merealisasikan proyek Satelit Multifungsi/Satelit Republik Indonesia (“SATRIA”).

SATRIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pola Pembayaran Ketersediaan Layanan (Availability Payment) selama 15 tahun masa konsesi. Manfaat dari skema ini adalah Pemerintah dapat mengurangi beban APBN dan meningkatkan minat investasi swasta.

PT SMI sebagai Lead Transaction Advisor telah berhasil mengawal proyek mulai dari penyusunan Final Business Case, penyiapan dokumentasi lelang, dan pendampingan transaksi hingga penetapan pemenang lelang. Keberhasilan ini merupakan refleksi nyata kualitas pilar bisnis Jasa Konsultasi PT SMI dalam menstrukturkan proyek yang dapat disambut baik oleh investor, khususnya investor internasional.

Proyek SATRIA merupakan upaya dalam menuntaskan persoalan konektivitas pada 149.400 titik layanan publik. Hal tersebut terdiri dari sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan, dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta perbatasan yang akan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Perkuat Aspek Hukum Pembiayaan Daerah, PT SMI Mengadakan Sosialisasi Bersama Kejati dan Kejari

Selama 10 tahun perjalanannya, PT SMI senantiasa menjaga integritas dan memitigasi risiko hukum dalam mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui acara “Sosialisasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) & Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah Sulawesi”. Kegiatan sosialiasi yang diselelenggarakan di Makassar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman aspek hukum baik kepada PT SMI maupun Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan pemberian fasilitas pembiayaan daerah.

PT SMI sebagai Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) bekerjasama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) meliputi bantuan, pertimbangan, pendampingan, dan tindakan hukum lainnya yang tertuang pada Nota Kesepahaman (MoU) guna mengawal berbagai kondisi hukum yang mungkin terjadi. Diharapkan melalui sosialisasi ini, Kejati dan Kejari akan senantiasa mendukung secara optimal percepatan pembangunan infrastruktur daerah sehingga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sinergi SMV Kementerian Keuangan Wujudkan Penguatan Energi Terbarukan di Indonesia

Pemerintah menargetkan komposisi sumber energi terbarukan terhadap energi nasional sebesar 23% pada 2025, di mana sektor panas bumi menjadi sektor prioritas sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, jajaran Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan yaitu PT SMI dan PT PII mendukung PT Geo Dipa Energi untuk bersinergi wujudkan penguatan energi terbarukan di Indonesia.

Disaksikan oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, PT SMI dan PT Geo Dipa Energi menandatangani Surat Fasilitas Pembiayaan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Small Scale Dieng. Fasilitas pembiayaan sejumlah U$19 juta dari PT SMI ini, akan turut mendukung PT Geo Dipa Energi meningkatkan kapasitas produksi listrik hingga 270 MW pada tahun 2023.

Dalam kesempatan ini, PT Geo Dipa Energi juga melaksanakan groundbreaking simbolis untuk Proyek PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha yang masing-masing berkapasitas 60 MW. Keseluruhan upaya ini merupakan langkah konkret sinergi SMV Kemenkeu dalam menyediakan energi ramah lingkungan yang akan memitigasi dampak perubahan ikilim (climate change) dan sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

PT SMI Kembali Dukung Pembiayaan Infrastruktur Jalan Kabupaten di Sumatera

Penghematan biaya operasi kendaraan (BOK), singkatnya waktu tempuh, meningkatnya mobilitas dan aksesibilitas yang memicu pertumbuhan ekonomi wilayah serta manfaat sosial ekonomi lainnya akan segera dirasakan oleh warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Pada 23 April 2019, telah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Daerah antara PT SMI dengan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

Fasilitas Pembiayaan Daerah sebesar Rp100 miliar ini nantinya akan digunakan untuk peningkatan 8 ruas jalan Kabupaten dengan total panjang 62 km. OKU Timur dikenal sebagai salah satu daerah maju dan terdepan di provinsi Sumatera Selatan yang terus berbenah termasuk dalam pemerataan pembangunan infrastruktur jalan yang pada akhirnya dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh proses bisnis yang dijalankan oleh PT SMI, tidak terkecuali pada proyek pembangunan infrastruktur daerah senantiasa berupaya mewujudkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Sinergi PT SMI Dengan Dompet Dhuafa Untuk Mendukung Pencapaian SDGs di Indonesia

PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) kembali mendapatkan dukungan dan minat kerjasama dari Dompet Dhuafa untuk memperkuat implementasi SDG Indonesia One (SIO) di Indonesia. Sinergi ini akan mendorong upaya keduabelah pihak untuk mewujudkan semakin banyak pembangungan infrastruktur berwawasan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor infrastruktur kesehatan dan pendidikan dengan nilai proyek lebih dari USD8 juta.

SIO merupakan insiatif Kementerian Keuangan yang dieksekusi PT SMI dengan menghadirkan platform terintegrasi yang mengkombinasikan dana publik & privat melalui skema Blended Finance untuk disalurkan ke dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDGs. SIO akan memungkinkan terciptanya manfaat yang lebih luas bagi Indonesia, seperti: (1) mobilisasi & koordinasi peran mitra Pemerintah, (2) peningkatan akses ke sumber pendanaan, serta (3) mengurangi beban fiskal Pemerintah dalam membiayai berbagai proyek yang berorientasi terhadap pencapaian SDGs.

Perkuat SDGs, PT SMI Berkolaborasi Dengan Bloomberg Philanthropies

PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Bloomberg Philanthropies baru saja meneken nota kesepahaman yang bertujuan untuk memperkuat dan mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam bidang infrastruktur pasar modal, kota berkelanjutan, inovasi pemerintah, dan aspek lainnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kerjasama dari berbagai pihak akan menghasilkan SDGs yang lebih maksimal. “Bekerja bersama-sama sangatlah penting. Kalau kita bekerja sendiri meskipun dengan kekuatan dan tekad penuh, hasilnya tidak semaksimal kalau kerja bersama. Dengan bekerja bersama tidak hanya di Indonesia tapi juga lintas negara, kita akan membuat perubahan untuk meraih kemajuan,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (9/4).

Nantinya, Bloomberg Philantropies akan memberikan bantuan teknis dan saran kepada PT SMI, bertukar ide, serta memfasilitasi diskusi bagi kepala daerah dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan untuk mengembangkan kota berkelanjutan di Indonesia.

Tak hanya melakukan penandatangan nota kesepahaman, PT SMI akan bekerjasama dengan Bloomberg Philanthropies dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dalam menyelenggarakan sharing session di New York, untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan program agar pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs di Indonesia dapat terealisasi dengan baik.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan SDG Indonesia One akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang lebih baik. Dengan begitu, kebutuhan dapat diubah menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.

PT SMI merupakan salah satu special mission vehicle Kementerian Keuangan. Karena itu, Menteri Keuangan terus mendukung dan mendorong PT SMI untuk menggali kesempatan kerjasama dan memperluas jaringan komitmen pendanaan yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Kolaborasi PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Wujudkan Pencapaian SDGs

PT SMI dan Bloomberg Philanthropies melakukan penandatangan Nota Kesepahaman di New York pada 8 April 2019 untuk mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui platform pendanaan SDG Indonesia One (SIO). Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pendorongan infrastruktur pasar modal Indonesia, pengembangan kota berkelanjutan dan inovasi pemerintah yang merupakan bukti bahwa penggalangan mitra melalui SDG Indonesia One sudah menapaki level global.

Lebih jauh, Bloomberg Philanthropies yang merupakan yayasan amal terkemuka yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di beberapa aspek seperti pendidikan, lingkungan, inovasi pemerintah, & kesehatan, akan memberikan bantuan teknis, saran dan ide serta memfasilitasi diskusi bagi Kepala Daerah dalam pengambilan keputusan & penerapan kebijakan untuk membangun kota berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini mengatakan, “SDG Indonesia One akan mengubah kebutuhan menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi di berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Kolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies memungkinkan kami untuk memberdayakan Pemerintah Daerah dan membangun kapasitas inovasi sektor publik sehingga mereka dapat mengimplementasikan proyek infrastruktur berkelanjutan sejak awal.”

Kolaborasi Kementerian Keuangan, PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Perkuat Pencapaian Sustainable Development Goals

New York, 9 April 2019 – Menteri Keuangan (Menkeu) menyaksikan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Bloomberg Philanthropies di Kantor Bloomberg Philantropies, New York, Senin (8/4). Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, MoU ini diharapkan dapat memperkuat dan mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam bidang infrastruktur pasar modal, kota berkelanjutan, inovasi pemerintah, dan aspek lainnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menkeu menyampaikan banyak orang yang peduli terhadap Indonesia dan  kita perlu bekerja lebih baik secara bersama-sama. “Bekerja bersama-sama sangatlah penting. Kalau kita bekerja sendiri meskipun dengan kekuatan dan tekad penuh, hasilnya tidak semaksimal kalau kerja bersama.  Dengan bekerja bersama tidak hanya di Indonesia tapi juga lintas negara, kita akan membuat perubahan untuk meraih kemajuan”, ungkap Menkeu mendukung PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Bloomberg Philantropies akan memberikan bantuan teknis dan saran kepada PT SMI, bertukar ide, serta memfasilitasi diskusi bagi Kepala Daerah dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan untuk mengembangkan kota berkelanjutan di Indonesia.

Selain melakukan penandatanganan kesepahaman, PT SMI juga bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyelenggarakan sharing session di New York, untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan program agar pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs di Indonesia dapat terealisasi dengan baik.

“SDG Indonesia One akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang semakin baik sehingga dapat mentransformasi kebutuhan menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia” tambah Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini.

Antha William, Kepala Divisi Program Lingkungan Bloomberg Philanthropies, mengatakan, “Indonesia merupakan contoh yang baik dalam mengedepankan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan filantropi untuk secara aktif mendukung pencapaian SDGs.”

Atas berbagai upaya yang dilakukan oleh PT SMI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, Menkeu akan terus mendukung dan mendorong PT SMI agar dapat menggali lebih jauh kesempatan kerja sama dan memperluas jejaring komitmen pendanaan yang lebih besar. Dengan demikian, PT SMI sebagai katalisator pembangunan dapat melahirkan berbagai manfaat ekonomi sosial yang lebih merata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Nufransa Wira Sakti
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan RI

 

Siaran Pers

PT SMI & Pemangku Kepentingan Tak Henti Akselerasikan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Dukungan Pemerintah melalui PT SMI yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) terhadap percepatan pembangunan infrastruktur daerah terus ditingkatkan. Selama 1 dasawarsa, PT SMI melalui fasilitas Pembiayaan Daerah telah mewujudkan harapan 41 Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membangun daerahnya melalui fasilitas Pembiayaan Daerah dengan nilai mencapai Rp4,4 triliun.

PT SMI bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Dalam Negeri mengadakan acara Sosialisasi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Daerah untuk memberikan informasi terkait opsi yang dapat menjadi sumber alternatif pembiayaan di luar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan fasilitas Pembiayaan Daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi yang mengundang 56 Pemerintah Daerah ini, PT SMI berupaya mengenalkan model & mekanisme fasilitas pembiayaan daerah yang dimiliki serta memetakan objek prioritas infrastruktur daerah misalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Jalan, Penerangan Jalan Umum, Restorasi Sungai, dan lain-lain.

Sinergi PT SMI Membangun Negeri di Tanah Pasundan

PT SMI melalui dukungan Kementerian Keuangan terus mempercepat pembangunan negeri melalui sinergi dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan menjadi momentum awal dan titik penting kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT SMI dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan berbagai bidang di Jawa Barat, khususnya pembangunan infrastruktur.

PT SMI akan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dengan memberikan fasilitas skema pembiayaan yang kreatif. Selain itu, PT SMI juga akan membantu untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Satu Dekade, SMI Danai Rp1.151,8 Triliun Proyek Infrastruktur

Selama sepuluh tahun atau satu dekade berkiprah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah mendanai 261 proyek senilai Rp1.151,8 triliun.

Jumlah tersebut terdiversifikasi melalui tiga pilar bisnis yaitu pembiayaan dan investasi, jasa konstruksi dan pengembangan proyek.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menjelaskan, melalui bisnis pembiayaan dan investasi, SMI mengelola proyeyek komersial senilai Rp553,6 triliun.

Sementara untuk bisnis jasa konstruksi, nilai proyek yang ditangani mencapai Rp546,6 triliun. Proyek yang digarap mencapai 46 proyek meliputi telekomunikasi, transportasi, infrastruktur sosial, dan konektivitas.

“Dalam KPBU kami juga sudah mendampingi proyek senilai Rp51,6 triliun,” ungkap Emma saat peringatan Dasabakti PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Ia menambahkan, dari total pembiayaan yang disalurkan, 63 persen di antaranya merupakan proyek yang digarap di luar Pulau Jawa.

Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendukung upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari sisi sektor juga sangat terdiversifikasi. Memang saat ini terdominasi oleh sektor konektivitas, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Averagenya terdominasi jalan dan jalan tol, disusul ketenagalistrikan dan disusul sektor lain,” beber Emma.

Dengan capaian saat ini, ia mencatat, PT SMI telah berhasil menciptakan multiplier effect 18,63 kali terhadap modal yang disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.

kompas.com