Jumpa Pers


Fitch : Peringkat Sarana Multi Infrastruktur di ‘BBB-‘/’AA+(idn)’

headLogoFitchRatings

Fitch Ratings-Sydney/Jakarta/Singapore-16 October 2013: Fitch Ratings telah memberikan peringkat Jangka Panjang dalam Mata Uang Asing dan dalam Mata Uang Lokal di ‘BBB-‘ dan Peringkat Jangka Pendek dalam Mata Uang Asing di ‘F3′ kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pada saat yang bersamaan, peringkat Nasional Jangka Panjang perusahaan juga dinaikkan menjadi ‘AA+(idn)’ dari sebelumnya di ‘AA(idn)’. Prospek untuk peringkat-peringkat jangka panjang adalah stabil.

Peringkat-peringkat internasional SMI disetarakan dengan peringkat sovereign Indonesia (‘BBB-‘/stabil), mencerminkan kepemilikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Depkeu) dan peran strategis yang penting yang diemban perusahaan dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Peringkat nasional SMI dinaikkan setelah diadakan penilaian ulang terhadap hubungan perusahaan dengan pemerintah dengan menggunakan metodologi Entitas Sektor Publik yang dimiliki Fitch Rating.

Pertimbangan Pemeringkatan

Hubungan Erat dengan Pemerintah: SMI adalah perusahaan negara yang dimiliki 100% oleh pemerintah Indonesia melalui Depkeu. Budget SMI tidak dikonsolidasikan ke dalam APBN. Namun, budget disetujui oleh Depkeu dan injeksi modal dimasukkan ke dalam APBN.

Peran Strategis dalam Pembangunan Ekonomi: APBN hanya dapat membiayai 65% dari pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan Indonesia, dengan investasi swasta diharapkan membiayai kekurangannya. Fitch memandang pembiayaan jangka panjang SMI akan membantu mendukung pertumbuhan Kerjasama Pemerintah Swasta (public private partnership) untuk proyek-proyek infrastruktur di seluruh Indonesia, yang menjadikan perusahaan menjadi penting secara strategis dalam pengembangan ekonomi negara.

Suntikan Modal yang berkala: Pemerintah menyediakan modal bagi perusahaan untuk memulai operasionalnya. Modal disetor SMI adalah IDR4 trilyun pada akhir 2012 dan Fitch memperkirakan bahwa pada akhir FY17 akan mencapai IDR8 trilyun akibat suntikan modal pemerintah yang berkala. Dengan memanfaatkan modal yang disetor, SMI akan menaikkan tingkat utang maksimum 3x dari permodalan.

Kontrol dan Pengawasan yang memadai: Dewan komisaris dan dewan direksi bertemu secara regular, menyediakan mekanisme untuk memantau manajemen perusahaan secara aktif. Di samping itu, sebagai pemegang saham, Depkeu mempunyai wewenang untuk menyetujui budget dan rencana jangka panjang perusahaan, mengangkat dan memberhentikan anggota dari kedua dewan, menyetujui laporan keuangan SMI dan mengesahkan laporan pengawasan dari Dewan Komisaris.

Kinerja yang mencukupi: Fitch memprediksi pendapatan bersih setelah pajak perusahaan akan meningkat menjadi IDR214 milyar di FY14 dari IDR93 milyar di FY12. Pertumbuhan pendapatan bersih sebagian besar didorong oleh kenaikan pendapatan operasional bersih menjadi IDR272 milyar di FY 14 dari IDR 119 milyar di FY 12 akibat kenaikan aktivitas pembiayaan. Akan tetapi, maksimalisasi keuntungan bukan merupakan tujuan utama untuk SMI mengingat peran kebijakan utama.

Pinjaman yang terbatas: SMI saat ini tidak mempunyai hutang jatuh tempo selain pinjaman subordinasi IIF, anak perusahaan yang dimilikinya sebesar 34.3%.Fasilitas pinjaman diberikan kepada IIF melalui pemerintah dan SMI oleh ADB dan World Bank. Akan tetapi, SMI telah merencanakan untuk menerbitkan surat hutang sebesar IDR1 trilyun (USD100m) di FY14 untuk membiayai pertumbuhan. Berdasarkan regulasi, tingkat utang SMI tidak diijinkan untuk melebihi batas 10x dari modal, namun manajemen telah mengatakan untuk membatasi pinjaman sebesar 3x dari modal.

Pemerintah Indonesia mendirikan SMI di 2009 untuk merespon kebutuhan pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Tersedianya pembiayaan jangka panjang akan menarik partisipasi swasta dalam skema kerjasama pemerintah swasta di Indonesia. Sektor-sektor yang diperbolehkan untuk mendapatkan pembiayaan dari SMI adalah tenaga listrik, air, jalan dan jembatan, transportasi, pengolahan limbah, irigasi, telekomunikasi, serta minyak dan gas.

peringkat sovereign Indonesia, dengan dukungan implisit yang kuat secara berkala untuk SMI, akan memicu kenaikan peringkat karena peringkat SMI terkait erat dengan peringkat sovereign. Penurunan peringkat Indonesia atau perubahan negatif terhadap tata kelola SMI yang mengakibatkan terdilusinya
kepemilikan atau pengawasan pemerintah akan memicu penurunan peringkat.

Kontak
Analis Utama (Peringkat Internasional)
Matt Wright
Director
+61 2 8256 0323
Fitch Australia Pty. Ltd.
Level 15, 77 King Street, Sydney NSW 2000

Analis Kedua (Peringkat Internasional)
Fernando Mayorga
Managing Director
+34 93 323 8407

Analis Utama (Peringkat Nasional)
Iwan Wisaksana
Director
+62 21 2902 6406

Ketua Komite
Raffaele Carnevale
Senior Director
+39 02 87 90 87 203

Media Relations: Iselle Gonzalez, Sydney, Tel: +61 2 8256 0326, Email: iselle.gonzalez@fitchratings.com; Leslie Tan, Singapore, Tel: +65 67 96 7234, Email: leslie.tan@fitchratings.com.

Catatan: Peringkat Nasional Fitch menggambarkan ukuran relatif atas kredibilitas entitas yang diperingkat di negaranegara yang memiliki peringkat sovereign relatif rendah dan ada kebutuhan untuk dilakukan pemeringkatan dimaksud. Peringkat terbaik di suatu negara adalah ‘AAA’ dan peringkat lainnya menggambarkan tingkat risiko relatif terhadap peringkat ‘AAA’. Peringkat nasional dirancang untuk digunakan oleh sebagian besar investor lokal di pasar lokal dan
diidentifikasi dengan menggunakan tambahan tanda sesuai dengan negara masing-masing. Sebagai contoh ‘AAA (idn)’ untuk Peringkat Nasional di Indonesia. Karenanya, peringkat ini tidak dapat dibandingkan secara internasional. Informasi tambahan tersedia di www.fitchratings.com.
Kriteria terkait, ‘Tax-Supported Rating Criteria’, tertanggal 14 Agustus 2012, dan ‘Rating of Public Sector Entities – Outside the United States’, tertanggal 4 Maret 2013, tersedia di www.fitchratings.com.

Riset terkait
‘Indonesia’, tertanggal 21 November 2012
Applicable Criteria and Related Research:
Tax-Supported Rating Criteria
Rating of Public Sector Entities – Outside the United States

ALL FITCH CREDIT RATINGS ARE SUBJECT TO CERTAIN LIMITATIONS AND DISCLAIMERS. PLEASE READ THESE LIMITATIONS AND DISCLAIMERS BY FOLLOWING THIS LINK: HTTP://FITCHRATINGS.COM/UNDERSTANDINGCREDITRATINGS. IN ADDITION, RATING DEFINITIONS AND THE TERMS OF USE OF SUCH RATINGS ARE AVAILABLE ON THE AGENCY’S PUBLIC WEBSITE ‘WWW.FITCHRATINGS.COM’. PUBLISHED RATINGS, CRITERIA AND METHODOLOGIES ARE AVAILABLE FROM THIS SITE AT ALL TIMES. FITCH’S CODE OF CONDUCT, CONFIDENTIALITY, CONFLICTS OF INTEREST, AFFILIATE FIREWALL, COMPLIANCE AND OTHER RELEVANT POLICIES AND PROCEDURES ARE ALSO AVAILABLE FROM THE ‘CODE OF CONDUCT’ SECTION OF THIS SITE. FITCH MAY HAVE PROVIDED ANOTHER PERMISSIBLE SERVICE TO THE RATED ENTITY OR ITS RELATED THIRD PARTIES. DETAILS OF THIS SERVICE FOR RATINGS FOR WHICH THE LEAD ANALYST IS BASED IN AN EU-REGISTERED ENTITY CAN BE FOUND ON THE ENTITY SUMMARY PAGE FOR THIS ISSUER ON THE FITCH WEBSITE.

Copyright © 2013 by Fitch Ratings, Inc., Fitch Ratings Ltd. and its subsidiaries.

Kembali ke Press Release

Press Release Terkait

RSUD Konawe; Komitmen Bersama Pemangku Kepentingan Mewujudkan Dampak Positif Pembangunan Infrastruktur Daerah bagi Masyarakat Anggota Baru Direksi PT SMI pada tanggal 9 Juli 2018 PT SMI Mendukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Penerbitan Green Bond Pertama di Indonesia Dewan Komisaris Baru PT SMI pada 5 Juni 2018 UOB Menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT SMI untuk Mendukung Berbagai Proyek Infrastruktur di Indonesia