Jumpa Pers


Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Proyek SPAM Umbulan

Pasuruan Jawa Timur, 20 Juli 2017 – Setelah penandatanganan perjanjian kerjasama dan Financial Close pada 2016 lalu, pada hari ini, Bertempat di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, telah dilaksanakan seremonial Ground Breaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Yusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Darmin Nasution. Proyek yang merupakan salah satu ikon proyek air dan proyek daerah dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Proyek SPAM Umbulan yang menelan investasi sekitar Rp 2,05 triliun ini ditargetkan selesai konstruksi dan dapat beroperasi pada pertengahan 2019. Proyek ini berkapasitas 4.000 liter per detik dengan air baku berasal dari Mata Air Umbulan berlokasi di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km. Air minum tersebut akan dikelola oleh PDAB Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kemudian disalurkan ke 5 PDAM kabupaten dan kota. Adapan Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam proyek ini adalah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PT Meta Adhya Tirta Umbulan selaku Badan Usaha Pelaksana.

Proyek SPAM Umbulan yang merupakan Proyek Strategis Nasional dan juga Proyek Prioritas memiliki sejarah yang cukup panjang dalam usaha pembangunannya. Proyek yang diinisiasi lebih kurang 40 tahun lalu ini berhasil direalisasikan atas koordinasi dan kerja keras berbagai pihak terkait baik sisi pemerintah maupun swasta. Bapak Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang memimpin koordinasi debottlenecking permasalahan KPBU SPAM Umbulan berujar, ” Terbatasnya APBN, tidak menghalangi Pemerintah untuk mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur, yaitu salah satunya dengan terus mendukung secara penuh atas keterlibatan badan usaha swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU. Setelah pelaksanaan konstruksi selesai, maka hal yang tidak kalah penting bagi proyek ini adalah pengelolaan proyek agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dan komitmen berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan tidak hanya selama masa konstruksi tetapi juga selama masa operasi untuk tercapainya penyediaan air minum bagi masyarakat Jawa Timur”.

Dalam implementasinya, proyek ini mendapatkan sejumlah dukungan dari Pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan proyek infrastruktur dengan skema KPBU dalam bentuk Dukungan Kelayakan (VGF) sebesar Rp 818 Miliar oleh Kementerian Keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan kelayakan finansial sehingga diperoleh tarif yang dapat dijangkau oleh masyarakat, Dukungan Fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility/ PDF) dari Kementerian Keuangan yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/PT SMI untuk membantu Pemerintah Provinsi Jatim dalam menyiapkan dan melaksanakan transaksi proyek SPAM Umbulan, dan Penjaminan Pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII.

Untuk memenuhi besaran tarif air minum SPAM Umbulan yang terjangkau bagi masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan SPAM (BPPSPAM) sejak awal telah terlibat dalam pendampingan dan penyusunan perencanaan diantaranya feasibility study, DED, business plan hingga perjanjian jual beli air antara PDAB dengan PDAM.

Dukungan konstruksi juga dilakukan Kementerian PUPR berupa pembangunan pipa dari titik offtake sampai ke distribusi utama, Pembangunan instalasi pengolahan air dari Kali Rejoso dengan kapasitas 300 liter per detik, ijin penempatan pipa pada jalan tol yang dilalui antara lain ruas jalan tol Pasuruan-Gempol, Gempol-Pandaan, Surabaya-Gempol, Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gresik dan Pengurangan biaya sewa lahan di jalan tol. Disamping itu, tahun 2017 ini Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya akan membangun SPAM di 2 kecamatan di Jawa Timur sebesar Rp 40 Miliar, SPAM Kota Surabaya sebesar Rp 21 Miliar, dan SPAM di 12 kecamatan rawan air di Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam merealisasikan proyek ini telah melakukan pengadaan lahan di wilayah Sumber Umbulan seluas sekitar 7 hektar untuk lahan produksi serta relokasi kolam renang. Sedangkan lahan-lahan yang dibutuhkan untuk jalur transmisi akan segera dilakukan pengadaan lahannya sesuai dengan kebutuhan.

Seiring dengan pelaksanaan proyek, PJPK telah menyusun rencana mitigasi risiko bersama PT PII yang dilaksanakan mulai tahun 2017. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga lingkungan agar kelangsungan sumber mata air Umbulan baik kualitas maupun kuantitasnya terjaga selamanya, serta memitigasi resiko atas pembangunan proyek ini.

Beberapa komitmen yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yaitu diantaranya melakukan pendistribusian air curah kepada PDAM penerima air minum curah melalui PDAB Jawa Timur dengan total pendistribusian sebesar 3.920 lt/dt. Sedangkan komitmen yang haru dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota penerima air curah adalah melakukan pendistribusian air minum curah yang dialirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui PDAB Jawa Timur kepada masyarkat melalui jaringan distribusi di masing-masing wilayah pelayanan PDAM dengan kapasitas yang telah disepakati.

“Merupakan kehormatan bagi PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) untuk dapat memimpin penyediaan pendanaan proyek SPAM Umbulan yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional terkait penyediaan kebutuhan air minum bagi 1,3 juta jiwa, sehingga proyek ini dapat berjalan,” kata Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono. Proyek SPAM Umbulan merupakan pemanfaatan mata air yang akan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat sekitar dan akan menghantarkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.

Lebih lanjut Arisudono Soerono mengatakan, pengolahan air minum merupakan satu dari delapan sektor infrastruktur yang menjadi fokus pembiayaan IIF sebagaimana mandat yang diberikan oleh pemerintah, selain transportasi, jalan, pengairan, air limbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan migas.

Arisudono menambahkan bahwa kesepakatan ini merupakan proyek KPBU water sector ke-1 di Indonesia yang mencapai financial close. Hal ini kembali membuktikan bahwa proyek infrastruktur dengan menggunakan skema KPBU semakin diminati dan dapat diterima oleh pihak swasta dan tentunya dapat mengurangi beban Pemerintah.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini menyatakan, “Merupakan suatu kehormatan bagi PT SMI dapat terlibat di proyek ini melalui penugasan Kementerian Keuangan RI dalam mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempersiapkan proyek KPBU SPAM Umbulan. Proyek ini telah diinisiasi sejak 43 tahun yang lalu dan berkat dukungan serta sinergi kuat para Pemangku Kepentingan, akhirnya menjadikan proyek KPBU SPAM Umbulan sebagai proyek yang feasible, bankable, fiscally acceptable, dan memiliki kesesuaian dengan peraturan perundangan berlaku. Lebih jauh lagi, PT SMI telah berkomitmen untuk turut serta menjadi anggota sindikasi pembiayaan menjadikan proyek dapat mencapai financial close pada Desember 2016”.

Direktur Utama PT PII Sinthya Roesly di acara Ground Breaking SPAM Umbulan juga menyatakan bahwa seremonial Ground Breaking SPAM Umbulan ini merupakan titik awal dimulainya konstruksi proyek penyediaan air minum yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan juga sebagai wujud percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Proyek ini merupakan proyek daerah pertama yang pembiayaannya dilakukan oleh pihak swasta dengan PT PII sebagai single window policy penyediaan penjaminan pemerintah yang telah memberikan penjaminan sekaligus panduan kepada Pemerintah Daerah untuk bekerjasama dengan pihak swasta.

Sebagai informasi, Proyek ini bertujuan untuk melayani 1,3 juta masyarakat di 5 wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Proyek SPAM Umbulan ini juga dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Farah Heliantina
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Tlp : 021 3521835
Email : humas@ekon.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Tlp : (021) 7228497
Alamat : Gedung Pusdata Lt 1,
Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110

Lili Soleh Wartadipradja
Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Tlp : +62 812 304 8981
E-mail : lili_soleh@yahoo.com
Alamat : Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Jl. Johar no. 17, Surabaya

Ramona Harimurti
Corporate Secretary PT SMI
Tlp : +62 21 8082 5288
Fax :+62 21 8082 5258
Email : corporatesecretary@ptsmi.co.id
Website: www.ptsmi.co.id

Nastantio W. Hadi
Legal and Corporate Secretary
PT Indonesia Infrastructure Finance
Alamat : The Energy Building Sudirman Central Business District, Lot. 11A
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia

Indira
PT Meta Adhya Tirta Umbulan
Tlp : 0811 206025
Email : indira@metaumbulan.com

Indra Pradana Singawinata
SVP Corporate Secretary
PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)
Telp : 021 57950550
Fax : 021 57950040
Email : p.indra@iigf.co.id

Kembali ke Press Release

Press Release Terkait

Luncurkan SDG Indonesia One, Kemenkeu Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals di Indonesia RSUD Konawe; Komitmen Bersama Pemangku Kepentingan Mewujudkan Dampak Positif Pembangunan Infrastruktur Daerah bagi Masyarakat Anggota Baru Direksi PT SMI pada tanggal 9 Juli 2018 PT SMI Mendukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Penerbitan Green Bond Pertama di Indonesia Dewan Komisaris Baru PT SMI pada 5 Juni 2018