Jumpa Pers


PT SMI Siap Jalankan Mandat Pemerintah

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”), siap menjalankan mandat pemerintah untuk berperan sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.  Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, PT SMI fokus mempersiapkan diri untuk memenuhi target 2015.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Paripurna DPR RI tanggal 13 Februari 2015 telah menyetujui adanya penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT SMI melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) sebesar Rp20,3 triliun. Penambahan PMN sebesar Rp20,3 triliun berasal dari penambahan PMN murni Rp2 triliun pada APBN 2015 dan pengalihan aset dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp18,3 triliun.

Pengalihan aset dari PIP ke PT SMI merupakan salah satu upaya Kementerian Keuangan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro, mengajukan usulan pembentukan suatu lembaga pembiayaan yang fokus memperkuat infrastruktur dasar Indonesia. Menteri Keuangan menyatakan bahwa PT SMI akan menjadi cikal bakal bank infrastruktur Indonesia, dan pengalihan aset dari PIP menjadi salah satu tahapan dalam proses transformasi PT SMI menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI).

Dengan beralihnya aset PIP ke PT SMI, maka PT SMI akan melanjutkan tugas-tugas yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh PIP, di antaranya memberikan pembiayaan infrastruktur lebih luas ke pemerintah daerah maupun pihak swasta, termasuk untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur sosial seperti rumah sakit dan lain-lain. Selain itu, PT SMI juga dapat melanjutkan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur pembangkit listrikgeothermal. Menteri Keuangan menargetkan pengalihan aset PIP akan rampung pada Agustus 2015, hingga pada September 2015  PT SMI sudah dapat berjalan dengan fungsi barunya.

DPR menyambut baik rencana pemerintah untuk membentuk bank infrastruktur sebagai tahap awal pembentukan LPPI. PT SMI menyatakan komitmennya mendukung kebijakan tersebut, “Kami menghormati setiap keputusan DPR dan Pemerintah, serta siap mendukung arahan Kementerian Keuangan terkait pengembangan infrastruktur Indonesia,” kata Emma Sri Martini, Direktur Utama PT SMI.

Sejalan dengan disetujuinya penambahan PMN, PT SMI menargetkan untuk melakukan percepatan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di seluruh Indonesia dengan melakukan efek lipat ganda (multiplier effect) yang meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memberikan kontribusi optimal pada negara. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada PT SMI. Insha Allah dengan skema pembiayaan PT SMI yang didukung penuh oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta kerjasama dengan pihak swasta, maka PMN yang dipercayakan pada kami akan dikembangkan dalam berbagai proyek infrastruktur dengan multiplier effect yang lebih besar sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” imbuh Emma.

Berdasarkan portofolionya per 31 Desember 2014, PT SMI telah memberikan komitmen pembiayaan sebesar Rp5,57 triliun dengan total nilai proyek sekitar Rp45,55 triliun dengan multiplier effect sebesar 8,2 kali. Dengan penambahan PMN ini, PT SMI menargetkan pembiayaan di tahun 2015-2016 sebesar Rp10,8 triliun dengan total nilai proyek yang dibiayai sekitar Rp100 triliun dan menciptakan multiplier effect sebesar 9,2 kali. PT SMI diharapkan mampu menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di antaranya dengan membantu menurunkan biaya logistik yang tinggi melalui pembangunan berbagai proyek transportasi seperti pembangunan jalan dan jembatan, pelabuhan dan airport di seluruh Indonesia, termasuk Indonesia Timur.

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

Sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT SMI didirikan pada tanggal 26 Februari 2009, di mana 100% saham dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Awal pendiriannya PT SMI mengemban mandat sebagai Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (pilar bisnis pertama, yaitu Pembiayaan & Investasi). Sejalan dengan perkembangan kebutuhan pembangunan infrastruktur, maka PT SMI mengembangkan lingkup bisnisnya dengan menyediakan Jasa Konsultasi dan Jasa Pengembangan Proyek. Ketiga pilar bisnis ini (Pembiayaan & Investasi, Jasa Konsultasi dan Jasa Pengembangan Proyek) diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di usianya yang keenam, PT SMI siap bertransformasi menjadi menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI).

www.ptsmi.co.id

***

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:

Astried Swastika
Corporate Secretary
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 5785 1499
Fax: +6221 5785 4298
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id

Kembali ke Press Release

Press Release Terkait

UOB Menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT SMI untuk Mendukung Berbagai Proyek Infrastruktur di Indonesia Komitmen PT SMI Mendukung Pembangunan Daerah yang Berkeadilan Dengan Menjunjung Tinggi Integritas dan Sikap Anti Korupsi Dewan Komisaris Baru PT SMI PT SMI Catat Pertumbuhan Laba dan Aset di Semester I – 2017 Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Proyek SPAM Umbulan