Infrastructure Asia bermitra dengan PT SMI dari Indonesia untuk meningkatkan bankabilitas proyek infrastruktur dan partisipasi sektor swasta

Singapore, Wednesday, 3 October 2019

  1. Infrastructure Asia (IA) and PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) signed a Memorandum of Understanding (MOU) today to collaborate on joint capacity building with Indonesian government contracting agencies (GCAs) at the provincial, municipal and local level. The MOU establishes a platform for knowledge sharing to help better prepare infrastructure projects, so as to bring in private financing, including from international investors. IA will leverage its network of partners, including Singapore-based international companies, financial institutions and development financiers, and Singapore’s own developmental journey, for the partnership.
  2. The two-year MOU will focus on areas such as transit-oriented development, waste and water management. Specifically, IA will work with the Singapore-based industry to:
  3. Said Mr Seth Tan, IA’s Executive Director, “Indonesia and Singapore share robust and longstanding economic relations. This collaboration on knowledge sharing allows investors’ considerations and good-fitting solutions to be included early in the project preparation phase. This is integral in enhancing the bankability of the projects. Through this partnership, PT SMI and Infrastructure Asia can better bridge the needs of Singapore-based private sector and investors, with infrastructure opportunities in Indonesia.”
  4. Said Mr. Edwin Syahruzad, PT SMI President Director, “This collaboration, solidified by the MOU signed by PT SMI and Infrastructure Asia, will strengthen our longstanding partnership to identify and develop bankable infrastructure project pipelines in Indonesia through best practices shared by Singapore-based private sector and investors. This knowledge sharing initiative also promotes Indonesia’s infrastructure opportunities and government support given through PT SMI as one of Ministry of Finance’s special mission vehicles and its fiscal tools to Infrastructure Asia’s extensive network around the globe.”
  5. Even before the MOU was signed, both organisations have been working together on infrastructure projects in the West Java Province, specifically on public transportation in Metropolitan Bandung and waste management in Greater Cirebon.

-End-


About Infrastructure Asia

Infrastructure Asia (IA) aims to support Asia’s social and economic growth through infrastructure development. IA was established by Enterprise Singapore and Monetary Authority of Singapore to support infrastructure financing and development in the region. It does so through early project scoping, best practice sharing and brokering, harnessing Singapore’s best-in-class infrastructure ecosystem (international developers, engineering and professional services, along with financial institutions and multilateral development entities).

It also works with global players in the regional infrastructure ecosystem and leverages the collective capabilities and networks of various government agencies to catalyse more trade and investments into infrastructure in the region.

About PT SMI

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”), established on February 26th 2009, is a State-Owned Enterprise under the coordination of the Ministry of Finance in the form of a Non-Bank Financial Institution with a mandate to act as a catalyst to accelerate infrastructure development.

PT SMI has a variety of unique functions and products/ features to support the acceleration of infrastructure development that not only serves as infrastructure financing but also as an enabler through the implementation of Public Private Partnership (PPP) scheme that involve various private and multilateral financial institutions. PT SMI actively supports the implementation of PPP and encourages the acceleration of infrastructure development in the region through municipal financing product.

PT SMI has three business pillars, namely (1) Financing and Investment (2) Advisory, and (3) Project Development, providing end to end services, including to debottleneck the lack of bankable projects and to close the financing gap in order to accelerate the development of infrastructure projects in Indonesia.

 

For media enquiries, please contact:

Ms Foo Xiao Xuan
Business Partner, Corporate Communications
Enterprise Singapore
DID: +65 6433 4400
Email: foo_xiao_xuan@enterprisesg.gov.sg

Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary
PT SMI
DID: +6221 80825288
Email: ramona@ptsmi.co.id

Ms Poh Mei Yi
Lead
Infrastructure Asia
DID: +65 6433 4619
Email: poh_mei_yi@infrastructureasia.org

Agah Djajadiredja
Team Leader Communications & CSR
PT SMI
DID: +6221 80825288
Email: agah@ptsmi.co.id

 

Unduh Siaran Pers:
Infrastructure Asia partners Indonesia’s PT SMI to raise bankability of infrastructure projects and private sector participation.pdf

Desa Bakti untuk Negeri 2: Kolaborasi PT SMI & Masyarakat Wujudkan Manfaat Nyata di Waesano, Nusa Tenggara Timur

Indonesia adalah salah satu sumber energi panas bumi (geothermal) terbaik yang salah satunya berada di Desa Waesano Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Desa ini memiliki danau vulkanik yang berpotensi menyalurkan listrik sebesar 50 MW melalui geothermal. Potensi ini tidak disiakan Pemerintah untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat luas dengan tersedianya listrik. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan memandatkan salah satu Special Mission Vehicles-nya untuk mengumpulkan data & mengeksplorasi kandungan energi bersih tersebut.

Dalam menjalankan mandat tersebut, PT SMI senantiasa melibatkan peran aktif masyarakat & pemuka adat, termasuk dalam penerapan Perlindungan Lingkungan & Sosial (Environmental and Social Safeguard – ESS). Hal tersebut diwujudkan melalui program Desa Bakti untuk Negeri 2 (DBUN 2) – yang sebelumnya (DBUN 1) dilaksanakan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah – menekankan pelibatan masyarakat secara aktif serta diselaraskan dengan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. DBUN 2 yang telah diresmikan oleh Direktur PT SMI Darwin Trisnadjajawinata (19/09) & juga didukung oleh Pemkab Manggarai Barat ini melingkupi 2 kegiatan: pekerjaan fisik & pengembangan serta peningkatan ekonomi masyarakat.

DBUN 2 diharapkan dapat mendukung terciptanya manfaat pada lingkungan, sosial, infrastruktur daerah, pendidikan & peningkatan ekonomi masyarakat – untuk saat ini dan masa mendatang.

PT SMI Dorong Penerapan Elemen-elemen Perlindungan Lingkungan dan Sosial Melalui Program Desa Bakti untuk Negeri 2 (DBUN 2)

Jakarta, 19 September 2019 – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) selaku Badan Usaha Milik Negara dan Special Mission Vehicle di bawah koordinasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senantiasa mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya memfokuskan terhadap keberlanjutan kehidupan sosial dan lingkungan di proyek di mana PT SMI mendukung penyiapan dan pembiayaan proyek. Hal ini dilakukan melalui penerapan Elemen-elemen Perlindungan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Safeguards – ESS) di setiap proyek infrastruktur yang disiapkan dan/ atau dibiayai oleh PT SMI yang salah satunya dengan diresmikannya program Desa Bakti untuk Negeri 2 (DBUN 2) di Desa Waesano, Kecamatan Sano Nggoang, Nusa Tenggara Barat.

Direktur PT SMI Darwin Trisna Djajawinata menjelaskan bahwa program DBUN 2 merupakan bentuk konkret komitmen PT SMI dalam mengimplementasikan ESS yang kali ini dilaksanakan di Desa Waesano. Program DBUN 2 merupakan kesungguhan upaya berkelanjutan PT SMI, di mana program sejenis atau disebut dengan program DBUN 1, telah PT SMI rampungkan di Desa Sukoharjo Jawa Tengah. PT SMI mengapresiasikan dukungan keahlian dari rekan-rekan Yayasan Dian Desa yang telah mendukung semenjak pelaksanaan program DBUN 1, mengimplementasikan ESS serta mewujudkan aksi nyata menyediakan manfaat bagi masyarakat. PT SMI pun berterima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan koordinasi yang baik dari Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, aparatur desa, tetua adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Waesano dalam mempersiapkan pelaksanaan program DBUN 2 yang akan medukung terwujudnya manfaat sosial bagi masyarakat.

Pelaksanaan program DBUN 2 bertujuan mengimplementasikan prinsip pengelolaan lingkungan dan sosial yang menekankan pelibatan masyarakat secara aktif (partnership) serta diselaraskan dengan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Melalui program        DBUN 2, PT SMI merasa berbangga dapat bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan 2 kegiatan, yaitu: (1) Kategori A pekerjaan fisik dan (2) Kategori B pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Sejak tahun 2018, dalam program DBUN 2 ini PT SMI bersama Yayasan Dian Desa, aparatur desa, dan warga setempat telah merintis pembangunan pekerjaan fisik yang mencakup: (1) pembangunan 3 ruang kelas baru SDN, (2) revitalisasi sistem air bersih untuk seluruh masyarakat Desa Wae Sano yang akan mengaliri 6 dusun, (3) penyediaan sistem air – untuk Gereja Paroki, SLTP, dan Puskemas Pembantu di Dusun Nunang, serta (4) penggantian jalur pipa dari sumber Wae Buning untuk Dusun Taal 2. Tidak hanya itu, program DBUN 2 juga telah berfokus dalam pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat yang dikonkretkan melalui berbagai pelatihan peningkatan produksi komoditas setempat bagi warga, seperti: (1) produksi kerajinan kain Shibori – pengembangan pasar domestik dan internasional, (2) produksi madu – non-timber forest product, (3) produksi kacang mete – pemrosesan kacang mete dari glondong menjadi produk akhir yang dapat langsung dikonsumsi dengan kualitas terbaik dan sesuai tuntutan pasar domestik dan internasional, serta (4) pemanfaatan limbah kemiri – pemrosesan limbah kemiri dengan teknologi karbonisasi akan memberikan nilai tambah dan nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan atau peningkatan perekonomian masyarakat.

Program DBUN 2 diharapkan oleh PT SMI dapat menciptakan manfaat yang lebih luas bagi warga sekaligus merupakan upaya dalam mendukung Pemerintah mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals di Indonesia. PT SMI sangat bersyukur atas dukungan seluruh pemangku kepentingan yang telah memungkinkan PT SMI untuk terus berupaya menghasilkan manfaat pada kelestarian lingkungan, ketahanan sosial, pembangunan infrastruktur, pendidikan dan peningkatan ekonomi pada masyarakat – untuk saat ini dan di masa mendatang secara berkelanjutan.

-selesai-

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

Informasi lebih lanjut:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

PT SMI Terus Dorong Upaya Perlindungan Lingkungan dan Sosial Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Jakarta, 28 Agustus 2019 – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) sebagai salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (“SMV Kemenkeu) yang berperan sebagai alat fiskal (fiscal tools) negara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur Indonesia, berupaya secara konsisten dalam pengelolaan serta pemantauan lingkungan dan sosial melalui penerapan Elemen-elemen Perlindungan Lingkungan dan Sosial (“Environmental and Social Safeguards – ESS”) terhadap berbagai proyek infrastruktur yang dipersiapkan dan atau dibiayai oleh PT SMI. Penerapan ESS di setiap proyek infrastruktur yang dikelola PT SMI merupakan pengejawantahan atas perlindungan lingkungan dan sosial untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang merupakan salah satu upaya PT SMI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di Indonesia.

PT SMI terus mendorong upaya perlindungan lingkungan dan sosial yang salah satunya diwujudkan melalui lokakarya yang bertajuk “Implementasi Perlindungan Lingkungan dan Sosial dalam Proyek Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia”. Lokakarya yang diselenggarakan PT SMI atas kolaborasi dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) – salah satu anak perusahaan PT SMI – bertujuan untuk menjembatani wawasan dan pengalaman para praktisi terkait pentingnya peran pembangunan infrastruktur dengan tata kelola usaha yang ramah lingkungan, sehingga mampu meningkatkan dampak positif pada aspek lingkungan dan sosial saat ini. Kegiatan ini merupakan ajang berbagi wawasan antara pemangku kepentingan yang direpresentasikan dari: (1) sektor pemerintahan yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lembaga Otoritas Jasa Keuangan – OJK, (2) sektor keuangan yang dihadiri oleh institusi perbankan dan lembaga keuangan, (3) pemilik proyek infrastruktur, dan (4) praktisi sosial dan lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyampaikan bahwa PT SMI akan terus mendorong upaya perlindungan lingkungan dan sosial melalui penerapan ESS di setiap proyek yang dipersiapkan dan atau dibiayai PT SMI dan juga lokakarya ini merupakan sarana esensial dalam berbagi wawasan antara praktisi dan penggiat perlindungan sosial lingkungan dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Lokakarya ini menyimpulkan bahwa saat ini implementasi perlindungan lingkungan dan sosial di Indonesia telah mulai dilaksanakan dengan baik dan harus tetap menjadi acuan utama dalam memitigasi dampak negatif lingkungan atau sosial dalam proyek-proyek infrastruktur. Melalui lokakarya ini, PT SMI berharap agar sarana berbagi wawasan ini mampu menjadi pendorong dan inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur untuk bersama menciptakan ekosistem positif dalam mewujudkan proyek infrastruktur berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Informasi lebih lanjut:

Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Unduh Siaran Pers

Susunan Baru Direksi PT SMI tanggal 13 Agustus 2019

Menteri Keuangan Republik Indonesia selaku Pemegang Saham PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) melalui Keputusan Menteri Nomor 651/KMK.06/2019 tanggal 13 Agustus 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur telah menetapkan Keputusan sebagai berikut:

  1. Memberhentikan dengan hormat Sdri. Emma Sri Martini sebagai Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur terhitung sejak tanggal 29 Mei 2019 dengan ucapan terima kasih atas segala sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan tersebut.
  2. Mengangkat Sdr. Edwin Syahruzad sebagai Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur dengan masa jabatan 5 (lima) tahun terhitung sejak Keputusan Menteri ini ditetapkan.
  3. Mengangkat Sdr. Darwin Trisna Djajawinata sebagai anggota Direksi pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur dengan masa jabatan 5 (lima) tahun terhitung sejak Keputusan Menteri ini ditetapkan.

Sehingga, susunan baru Direksi PT SMI efektif sejak tanggal 13 Agustus 2019 adalah:

Edwin Syahruzad
Direktur Utama

Darwin Trisna Djajawinata
Direktur

Mohammad Ghozie Indra Dalel
Direktur

Faaris Pranawa
Direktur

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

SMI Bakal Terbitkan Obligasi dan Sukuk dengan Total Rp5,096 Triliun

JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan dan sukuk mudharabah dengan total Rp5,096 triliun.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, yang dikutip Sabtu (10/8/2019), perseroan akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp4,096 triliun. Nilai itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan melalui Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur dengan target dana Rp25 triliun.

Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2019 akan terdiri atas Seri A, B, C, dan D. Kupon yang ditawarkan berkisar antara 7,00%–8,50%.

Periode penawaran umum dijadwalkan akan berlangsung 20 Agustus 2019–23 Agustus 2019. Distribusi secara elektronik akan dilakkan pada 28 Agustus 2019.

Sebagai catatan, sebelumnya perseroan juga telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp3,00 triliun. Emisi itu telah dilakukan pada 25 Juni 2019.

Selanjutnya, perseroan juga akan mengemisi Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah pokok Rp1,00 triliun. Emisi itu juga merupakan bagian dari sukuk mudharabah berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur dengan target Rp3 triliun.

Periode penawaran umum juga dijadwalkan akan berlangsung 20 Agustus 2019–23 Agustus 2019. Distribusi secara elektronik akan dilakkan pada 28 Agustus 2019.

Sebelumnya, perseroan juga telah melakukan emisi Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2018 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2019 dengan jumlah pokok masing-masing Rp1,00 triliun.

Dalam emisi itu, penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk mudharabah yakni PT BCA Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

bisnis.com

PLTSa Putri Cempo Solo Dibiayai PT SMI

Pembiayaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kecamatan Jebres, Solo, menemui titik terang. Dari penawaran dari tiga calon kreditur, Manajemen PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku pengelola PLTSa Putri Cempo memilih investasi dalam negeri untuk membiayai proyek tersebut.

Direktur Utama PT SCMPP, Erlan Syuherlan, menyatakan sudah mendapatkan tiga proposal. Tiga calon investor tersebut yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), China Construction Bank, dan Korea Development Bank. Ketiganya dibidik untuk memberikan pembiayaan pembangunan konstruksi PLTSa tahap pertama. Dari tiga proposal tersebut penawarannya hampir sama.

“Tetapi berdasarkan beberapa pertimbangan, akhirnya dipilih PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” ujar dia, kepada wartawan seusai rapat koordinasi Financial Close PLTSa di Balai Kota Solo, Kamis (1/8).

Erlan menjelaskan, beberapa pertimbangan tersebut antara lain, besaran pinjaman, jangka waktu angsuran dan persentase bunga. Salah satu alasan dipilihnya PT SMI karena statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jadi sudah sewajarnya jika SMI berpartisipasi membangun negeri,” imbuhnya.

PT SCMPP memproyeksikan pembangunan konstruksi PLTSa Putri Cempo membutuhkan anggaran sekitar 58 juta dolar AS. Tenggat waktu mencari pembiayaan (financial close) berakhir Maret 2020.

Pembangunan konstruksi PLTSa direncanakan berlangsung dua tahap. PLTSa tahap pertama diproyeksikan mampu memproduksi listrik sebesar 5 megawatt (MW) per jam. Konstruksi tahap pertama tersebut membutuhkan suntikan modal sekitar 23 juta dolar AS atau sekitar Rp 330 miliar.

“Nanti nilai investasinya kurang lebih 70 persen dari total kebutuhan anggaran,” ucapnya

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyatakan Pemkot telah mengajukan permohonan biaya pengolahan limbah sampah (BPLS) untuk operasional PLTSa Putri Cempo kepada pemerintah pusat. Pemkot meminta bantuan BPLS sebesar Rp 400 ribu per ton sampah.

Berdasarkan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, pemerintah pusat bisa membantu maksimal Rp 500 ribu per ton sampah per hari. “Nah, ini kami meminta lebih kecil dari batas maksimal itu,” ujarnya.

republika.co.id

PT SMI Memperpanjang Kerja Sama Dengan Jamdatun

PT SMI kembali melakukan kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama yang dilangsungkan di Jakarta (24/07). Kesepakatan ditandatangani oleh Plt. Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad dan Jamdatun, Loeke Larasati A.

Plt. Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad menyebut kesepakatan ini sebagai bagian komitmen perusahaan dalam pemenuhan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) serta upaya pendampingan hukum dalam penanganan debitur PT SMI yang telah berjalan selama enam tahun terakhir.

Di tempat yang sama, Jamdatun, Loeke Larasati A. menjelaskan kesepakatan bersama tersebut merupakan wujud nyata dukungan Korps Adhyaksa pada kegiatan usaha PT SMI yang tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai alat fiskal negara yang mengemban misi khusus akselerasi pembangunan negeri.

Tidak hanya sampai di situ, sinergi dan kolaborasi kedua instansi ini pun meluas hingga peningkatan kompetensi teknis melalui lokakarya, seminar, sosialisasi, dan pelatihan, serta dukungan aspek hukum lain yang menyasar inisiatif-inisiatif PT SMI ke depan. Dengan kerja sama ini diharapkan Bidang Datun dapat menjadi petunjuk arah sekaligus memperkecil celah pelanggaran hukum, terutama terkait korupsi.

Town Hall Meeting Q2-2019: Bekerja Dengan Milenial? Ini Resep Jitu Dari Wishnutama

Co-Founder Net Mediatama (NET.) yang didapuk sebagai Creative Director pada opening Asian Games 2018, Wishnutama menjadi bintang tamu agenda rutin PT SMI yaitu Town Hall Meeting Q2-2019 di Aula PT SMI (17/07). “Di era milenial yang relatif unik ini, dunia berubah, pola pikir juga berubah. We need other option to earn their respect dengan menunjukkan nilai, kebijaksanaan, dan semangat yang kita miliki. There is a big challenge!”, kata Wishnutama ketika membuka sesi sharing di hadapan SMIers (karyawan PT SMI).

Menurutnya milenial merupakan aset produktif bagi sebuah perusahaan di mana milenial menjadi kunci utama. Ketika mereka begitu bangga dengan institusi tempatnya bekerja, maka mereka akan menjadi sangat loyal dan total menghasilkan inovasi baru. Di PT SMI, persentase SMIers milenial mencapai 69% atau sekitar 206 karyawan dari total 299 karyawan. Hal ini menjadi sangat relevan dengan sesi berbagi pengalaman yang disampaikan oleh Wishnutama, mengingat generasi milenial menjadi kelompok yang paling dominan di PT SMI.

Selain laporan kinerja perusahaan, Town Hall Meeting kali ini juga mengumumkan pemenang Lomba Desain ID Card PT SMI yang hadir dengan sentuhan modern, minimalis, dan profesional yang menjadi ciri khas milenial. Terdapat juga sosialisasi Risk Discovery Program dan Lomba Media Sosial Waste Management yang tentunya digandrungi oleh SMIers milenial. “Jadi doktrin lama seperti komunikasi satu arah harus diubah, sekarang milenial punya alternatif komunikasi, sehingga kita tidak bisa sok tahu. The value behind the batch itu yang harus dibangun”, tutup Wishnutama.

Menggodok Formula Jitu Untuk JKN Bermutu

Sejak 2014 era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berlaku, pelan-pelan masyarakat diubah pola pikirnya untuk mau berobat ke fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit. Namun, sayangnya, hal ini belum diiringi dengan distribusi infrastruktur dan pelayanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia.

Hal inilah yang melatarbelakangi PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan RI (SMV Kemenkeu) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Akses Upaya Pelayanan Kesehatan dan Potensi Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Penyeimbangan Infrastruktur Kesehatan Melalui Pemerataan Rumah Sakit Rujukan” di Aula PT SMI (11/07) kemarin. Pembicara Utama dalam FGD adalah Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr. Tri Hesty Wisyastoeti. Selain itu, diisi juga oleh perwakilan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesi (PERSI), pihak swasta sektor kesehatan, dan akademisi dari Universitas Gajah Mada, FGD mengangkat topik pentingnya peran SDM di sektor kesehatan sebagai kunci pemerataan pelayanan kesehataan dan perlunya skema-skema inovatif seperti KPBU dalam membantu upaya Pemerintah terkait pemerataan tersebut.

Melalui FGD ini, diharapkan dapat mengidentifikasi dampak penerapan JKN, tantangan, alternatif kebijakan yang dapat ditelurkan, dan modalitas pembiayaan agar pemerataan layanan kesehatan dapat terwujud. Perspektif dari berbagai ‘badan usaha’ di sektor kesehatan dibutuhkan untuk dapat memperbaiki program JKN yang sudah berjalan dan sejauh mana sektor swasta bisa mengambil peran untuk bekerja sama dengan Pemerintah dalam mendukung program JKN.

Susunan Baru Anggota Dewan Komisaris PT SMI Pada Tanggal 5 Juli 2019

Sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan Anggota Dewan Komisaris PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”), Menteri Keuangan (“Menteri”) selaku Pemegang Saham PT SMI melalui Keputusan Menteri Nomor: 550/KMK.06/2019 tanggal 5 Juli 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur menetapkan sebagai berikut:

  1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan KomisarisPT SMI, yaitu:

a. Saudara Wahyu Utomo sebagai Komisaris Utama;
b. Saudara A. Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebagai Komisaris;
c. Saudara Sukatmo Padmosukarso sebagai Komisaris Independen;
d. Saudari Dini Kusumawati sebagai Komisaris;
e. Saudara Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Independen;

dengan ucapan terima kasih atas segala sumbangan tenaga dan pikirannya selama memangku jabatan tersebut.

  1. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru padaPT SMI, yaitu:

a. Saudara Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen;
b. Saudara Andin Hadiyanto sebagai Komisaris;
c. Saudara Sukatmo Padmosukarso sebagai Komisaris Independen;
d. Saudara A. Kunta Wibawa Dasa Nugraha sebagai Komisaris.

  1. Menetapkan masa jabatan anggota Dewan Komisaris untuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak Keputusan Menteri ini ditetapkan.

Sehingga, susunan Dewan Komisaris PT SMI saat ini adalah:

Nama Jabatan
Bapak Agus D.W. Martowardojo Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Bapak Andin Hadiyanto Komisaris
Bapak Sukatmo Padmosukarso Komisaris Independen
Bapak A. Kunta Wibawa Dasa Nugraha Komisaris

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Ramona Harimurti
Sekretaris Perusahaan
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

Halal Bihalal Bersama Stakeholders: Kembali ke Fitrah

Sejalan dengan semangat yang terus digaungkan PT SMI, yakni Semangat Membangun Indonesia, digelarlah acara Halal Bihalal Bersama Stakeholders bertajuk “Kembali ke Fitrah” di Ayana, Jakarta (20/06). Ajang pertemuan seluruh pemangku kepentingan yang bersinggungan dengan PT SMI ini dihadiri langsung oleh Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati selaku pemegang saham dan pemberi arahan bagi PT SMI.

Pada kesempatan itu, Ibu Menkeu menyambut bergabungnya Bapak Agus Martowardojo dalam jajaran Komisaris PT SMI dan mengucapkan selamat atas ditunjuknya Bapak Edwin Syahruzad, Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI menjadi Plt. Direktur Utama PT SMI. “You may think you’ve done your best. But, the best is never enough. Jadi terus pacu diri untuk menjadi yang terbaik”, tegas Ibu Menkeu dalam keynote speechnya.

Dengan tatanan Komisaris dan Direksi baru, PT SMI mengajak seluruh stakeholders untuk memantapkan langkah dan bekerja sama melahirkan inovasi-inovasi yang memungkinkan terwujudnya percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.