Sinergi PT SMI Dengan Dompet Dhuafa Untuk Mendukung Pencapaian SDGs di Indonesia

PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) kembali mendapatkan dukungan dan minat kerjasama dari Dompet Dhuafa untuk memperkuat implementasi SDG Indonesia One (SIO) di Indonesia. Sinergi ini akan mendorong upaya keduabelah pihak untuk mewujudkan semakin banyak pembangungan infrastruktur berwawasan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor infrastruktur kesehatan dan pendidikan dengan nilai proyek lebih dari USD8 juta.

SIO merupakan insiatif Kementerian Keuangan yang dieksekusi PT SMI dengan menghadirkan platform terintegrasi yang mengkombinasikan dana publik & privat melalui skema Blended Finance untuk disalurkan ke dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDGs. SIO akan memungkinkan terciptanya manfaat yang lebih luas bagi Indonesia, seperti: (1) mobilisasi & koordinasi peran mitra Pemerintah, (2) peningkatan akses ke sumber pendanaan, serta (3) mengurangi beban fiskal Pemerintah dalam membiayai berbagai proyek yang berorientasi terhadap pencapaian SDGs.

Perkuat SDGs, PT SMI Berkolaborasi Dengan Bloomberg Philanthropies

PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Bloomberg Philanthropies baru saja meneken nota kesepahaman yang bertujuan untuk memperkuat dan mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam bidang infrastruktur pasar modal, kota berkelanjutan, inovasi pemerintah, dan aspek lainnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kerjasama dari berbagai pihak akan menghasilkan SDGs yang lebih maksimal. “Bekerja bersama-sama sangatlah penting. Kalau kita bekerja sendiri meskipun dengan kekuatan dan tekad penuh, hasilnya tidak semaksimal kalau kerja bersama. Dengan bekerja bersama tidak hanya di Indonesia tapi juga lintas negara, kita akan membuat perubahan untuk meraih kemajuan,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (9/4).

Nantinya, Bloomberg Philantropies akan memberikan bantuan teknis dan saran kepada PT SMI, bertukar ide, serta memfasilitasi diskusi bagi kepala daerah dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan untuk mengembangkan kota berkelanjutan di Indonesia.

Tak hanya melakukan penandatangan nota kesepahaman, PT SMI akan bekerjasama dengan Bloomberg Philanthropies dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dalam menyelenggarakan sharing session di New York, untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan program agar pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs di Indonesia dapat terealisasi dengan baik.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan SDG Indonesia One akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang lebih baik. Dengan begitu, kebutuhan dapat diubah menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.

PT SMI merupakan salah satu special mission vehicle Kementerian Keuangan. Karena itu, Menteri Keuangan terus mendukung dan mendorong PT SMI untuk menggali kesempatan kerjasama dan memperluas jaringan komitmen pendanaan yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Kolaborasi PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Wujudkan Pencapaian SDGs

PT SMI dan Bloomberg Philanthropies melakukan penandatangan Nota Kesepahaman di New York pada 8 April 2019 untuk mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui platform pendanaan SDG Indonesia One (SIO). Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pendorongan infrastruktur pasar modal Indonesia, pengembangan kota berkelanjutan dan inovasi pemerintah yang merupakan bukti bahwa penggalangan mitra melalui SDG Indonesia One sudah menapaki level global.

Lebih jauh, Bloomberg Philanthropies yang merupakan yayasan amal terkemuka yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di beberapa aspek seperti pendidikan, lingkungan, inovasi pemerintah, & kesehatan, akan memberikan bantuan teknis, saran dan ide serta memfasilitasi diskusi bagi Kepala Daerah dalam pengambilan keputusan & penerapan kebijakan untuk membangun kota berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini mengatakan, “SDG Indonesia One akan mengubah kebutuhan menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi di berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Kolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies memungkinkan kami untuk memberdayakan Pemerintah Daerah dan membangun kapasitas inovasi sektor publik sehingga mereka dapat mengimplementasikan proyek infrastruktur berkelanjutan sejak awal.”

Kolaborasi Kementerian Keuangan, PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Perkuat Pencapaian Sustainable Development Goals

New York, 9 April 2019 – Menteri Keuangan (Menkeu) menyaksikan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Bloomberg Philanthropies di Kantor Bloomberg Philantropies, New York, Senin (8/4). Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, MoU ini diharapkan dapat memperkuat dan mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam bidang infrastruktur pasar modal, kota berkelanjutan, inovasi pemerintah, dan aspek lainnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menkeu menyampaikan banyak orang yang peduli terhadap Indonesia dan  kita perlu bekerja lebih baik secara bersama-sama. “Bekerja bersama-sama sangatlah penting. Kalau kita bekerja sendiri meskipun dengan kekuatan dan tekad penuh, hasilnya tidak semaksimal kalau kerja bersama.  Dengan bekerja bersama tidak hanya di Indonesia tapi juga lintas negara, kita akan membuat perubahan untuk meraih kemajuan”, ungkap Menkeu mendukung PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Bloomberg Philantropies akan memberikan bantuan teknis dan saran kepada PT SMI, bertukar ide, serta memfasilitasi diskusi bagi Kepala Daerah dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan untuk mengembangkan kota berkelanjutan di Indonesia.

Selain melakukan penandatanganan kesepahaman, PT SMI juga bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyelenggarakan sharing session di New York, untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan program agar pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs di Indonesia dapat terealisasi dengan baik.

“SDG Indonesia One akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang semakin baik sehingga dapat mentransformasi kebutuhan menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia” tambah Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini.

Antha William, Kepala Divisi Program Lingkungan Bloomberg Philanthropies, mengatakan, “Indonesia merupakan contoh yang baik dalam mengedepankan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan filantropi untuk secara aktif mendukung pencapaian SDGs.”

Atas berbagai upaya yang dilakukan oleh PT SMI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, Menkeu akan terus mendukung dan mendorong PT SMI agar dapat menggali lebih jauh kesempatan kerja sama dan memperluas jejaring komitmen pendanaan yang lebih besar. Dengan demikian, PT SMI sebagai katalisator pembangunan dapat melahirkan berbagai manfaat ekonomi sosial yang lebih merata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Nufransa Wira Sakti
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan RI

 

Siaran Pers

PT SMI & Pemangku Kepentingan Tak Henti Akselerasikan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Dukungan Pemerintah melalui PT SMI yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) terhadap percepatan pembangunan infrastruktur daerah terus ditingkatkan. Selama 1 dasawarsa, PT SMI melalui fasilitas Pembiayaan Daerah telah mewujudkan harapan 41 Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membangun daerahnya melalui fasilitas Pembiayaan Daerah dengan nilai mencapai Rp4,4 triliun.

PT SMI bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Dalam Negeri mengadakan acara Sosialisasi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Daerah untuk memberikan informasi terkait opsi yang dapat menjadi sumber alternatif pembiayaan di luar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan fasilitas Pembiayaan Daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi yang mengundang 56 Pemerintah Daerah ini, PT SMI berupaya mengenalkan model & mekanisme fasilitas pembiayaan daerah yang dimiliki serta memetakan objek prioritas infrastruktur daerah misalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Jalan, Penerangan Jalan Umum, Restorasi Sungai, dan lain-lain.

Sinergi PT SMI Membangun Negeri di Tanah Pasundan

PT SMI melalui dukungan Kementerian Keuangan terus mempercepat pembangunan negeri melalui sinergi dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan menjadi momentum awal dan titik penting kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT SMI dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan berbagai bidang di Jawa Barat, khususnya pembangunan infrastruktur.

PT SMI akan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dengan memberikan fasilitas skema pembiayaan yang kreatif. Selain itu, PT SMI juga akan membantu untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Satu Dekade, SMI Danai Rp1.151,8 Triliun Proyek Infrastruktur

Selama sepuluh tahun atau satu dekade berkiprah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah mendanai 261 proyek senilai Rp1.151,8 triliun.

Jumlah tersebut terdiversifikasi melalui tiga pilar bisnis yaitu pembiayaan dan investasi, jasa konstruksi dan pengembangan proyek.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menjelaskan, melalui bisnis pembiayaan dan investasi, SMI mengelola proyeyek komersial senilai Rp553,6 triliun.

Sementara untuk bisnis jasa konstruksi, nilai proyek yang ditangani mencapai Rp546,6 triliun. Proyek yang digarap mencapai 46 proyek meliputi telekomunikasi, transportasi, infrastruktur sosial, dan konektivitas.

“Dalam KPBU kami juga sudah mendampingi proyek senilai Rp51,6 triliun,” ungkap Emma saat peringatan Dasabakti PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Ia menambahkan, dari total pembiayaan yang disalurkan, 63 persen di antaranya merupakan proyek yang digarap di luar Pulau Jawa.

Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendukung upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari sisi sektor juga sangat terdiversifikasi. Memang saat ini terdominasi oleh sektor konektivitas, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Averagenya terdominasi jalan dan jalan tol, disusul ketenagalistrikan dan disusul sektor lain,” beber Emma.

Dengan capaian saat ini, ia mencatat, PT SMI telah berhasil menciptakan multiplier effect 18,63 kali terhadap modal yang disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.

kompas.com

10 Tahun Berkiprah, SMI Kembangkan Modal 18 Kali Lipat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang telah mampu mengembangkan modalnya sejak didirikan. Setelah 10 tahun berkiprah, SMI telah mengembangkan modal hingga 18 kali lipat.

Pada awal SMI didirikan, Kementerian Keuangan memberi modal sebesar Rp 1 triliun. “Dan mereka leverage lebih dari 18 kali sehingga bisa mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui alternatif financing,” kata dia dalam konferensi pers Satu Dasawarsa Bakti untuk Negeri PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3).

Saat ini SMI telah mendanai proyek senilai Rp 553,6 triliun. Namun, Sri mengatakan angka tersebut tidak cukup besar untuk membangun kebutuhan infrastruktur Indonesia. Dia berharap, SMI dapat membiayai proyek hingga Rp 5 ribu triliun.

Mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, kebutuhan pendanaan infrastruktur mencapai Rp 5.500 triliun. Namun, pembiayaan yang bersumber dari APBN hanya sebesar Rp 2.215 triliun atau 40,14 persen dari kebutuhan pendanaan. Sementara, dana lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanjan (APBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta.

Peran SMI sangat penting untuk mendanai proyek-proyek tersebut. Selama ini beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh SMI telah menyediakan penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta orang selama masa konstruksi.

SMI telah berpartisipasi dalam pembiayan infrastruktur dengan total nilai proyek Rp 1.151,8 triliun. Secara rinci, pembiayaan dan investasi proyek komersial dan pemerintah daerah (pemda) mencapai Rp 553,6 triliun dan bisnis jasa konsultasi senilai Rp 546,6 triliun. Pendanaan ini untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek infrastruktur telekomunikasi, transportasi, ketenagalistrikan, jalan tol, infrastruktur sosial, serta air minum.

Di samping itu, SMI berpartisipasi dalam 14 penugasan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp 51,6 triliun. SMI juga telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 69,9 triliun, antara lain proyek jalan Tol Trans Sumatera, jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, jaringan optik Palapa Ring, transportasi perkotaan, energi terbarukan dan lain-lain.

BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini juga mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tengah dan timur Indonesia dengan porsi 78 persen. Adapun sebanyak 20 Offering Letter (OL) telah diterbitkan dan disampaikan kepada pemda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar Rp 464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan nilai pembiayaan Rp 2,6 triliun.

Memasuki usia 10 tahun, Sri Mulyani berpesan agar SMI terus mengembangkan kinerjanya dengan mengamati institusi pembangunan di negara lain. Dia juga meminta SMI agar mampu menangani berbagai permintaan pembangunan di setiap daerah. “Saya harap PT SMI mampu memetakan daerah berdasarkan kapasitas mereka membangun infrastruktur dan komitmen lokal,” ujarnya.

katadata.co.id

Dasabakti PT SMI 2019 – Semangat Membangun Indonesia: Sinergi 10 Tahun PT SMI Dengan Pemangku Kepentingan Untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) mengapresiasikan sinergi solid dengan seluruh Pemangku Kepentingan yang telah terjalin selama 1 dasawarsa ini melalui acara Dasabakti PT SMI 2019 – Semangat Membangun Indonesia.

Selama 10 tahun, arahan & dukungan Pemegang Saham serta seluruh Pemangku Kepentingan telah mendorong PT SMI mewujudkan proyek bernilai Rp1.151,8 triliun untuk percepatan pembangunan infrastruktur berwawasan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, di mana PT SMI mendukung proyek komersil & pemda senilai Rp553,6 triliun melalui pilar Pembiayaan & Investasi, mendukung proyek (14 penugasan KPBU & 1 non-KPBU) senilai Rp51,6 triliun melalui pilar Pengembangan Proyek, serta melalui pilar Jasa Konsultasi mendukung 46 proyek senilai Rp546,6 triliun.

Pada acara ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati & Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan hadir & mengapresiasikan kinerja PT SMI. Menteri Keuangan menyatakan, ”Saya sangat bangga dan berterima kasih PT SMI adalah salah satu dari sedikit institusi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi kenyataan”. Selain itu, Menko Maritim juga mengapresiasikan kinerja PT SMI, “Saya sangat bangga, kita punya PT SMI dan akan bekerja sama terus dengan PT SMI yang sangat profesional”.

Selama 1 dasabaktinya untuk negeri, PT SMI mampu menjalankan fungsinya sebagai fiscal tools. Melalui berbagai inovasi & produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif, PT SMI semakin memantapkan langkahnya untuk terus bertumbuh serta berkembang dengan pesat dalam menjalankan mandat Kementerian Keuangan sebagai Pemegang Saham. Hal ini menunjukkan bahwa PT SMI memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh berkelanjutan (sustainable growth) membangun Indonesia.

PT SMI Kelola Rp1.151,8 Triliun Untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Jakarta, 28 Maret 2019 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kepada salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (“SMV Kemenkeu”), yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”). Menkeu menilai, PT SMI telah menunjukkan kontribusi nyata mempercepat proyek infrastruktur di Indonesia melalui 261 proyek infrastruktur senilai Rp1.151,8 triliun. Peran PT SMI dalam percepatan proyek infrastruktur terebut dilakukan melalui pembiayaan dan investasi, jasa konsultasi serta penyiapan proyek infrastruktur. “Banyak ide janji baik yang mudah disampaikan namun hanya sedikit orang dan tembaga tekun menerjemahkan ide itu menjadi kenyataan. Saya sangat bangga dan berterima kasih PT SMI adalah salah satu dari sedikit institusi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi kenyataan.” ujar Menteri Keuangan dalam acara satu dasawarsa bakti untuk negeri PT SMI di Jakarta (28/3).

Beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh PT SMI tersebut telah melahirkan sejumlah manfaat nyata bagi bangsa seperti penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta tenaga kerja selama masa konstruksi.

Kontribusi dan capaian tersebut diperoleh melalui inovasi dan produk pembiayaan yang dinilai kreatif dan inovatif. Melalui bisnis Pembiayaan dan Investasi misalnya, PT SMI mengelola proyek komersil dan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan nilai proyek mencapai Rp553,6 triliun. Melalui bisnis Jasa Konsultasi, PT SMI dipercaya dan diberikan mandat menangani 46 proyek senilai Rp546,6 triliun untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek Infrastruktur Telekomunikasi, Transportasi, Ketenagalistrikan, Jalan Tol, Infrastruktur Sosial, serta Air Minum. Di samping itu, PT SMI juga berpartisipasi dalam 14 penugasan KPBU dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp51,6 triliun.

PT SMI diketahui telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp69,9 triliun, antara lain Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, Jaringan Optik Palapa Ring, Transportasi Perkotaan, Energi Terbarukan dan lain-lain.

Melalui fasilitas Pembiayaan Daerah, PT SMI diketahui juga telah memberikan dukungan nyata pembangunan infrastruktur daerah di mana 78% berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta sisanya di wilayah Indonesia Barat. Tercatat,  20 Offering Letter (“OL”) telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemda, di mana 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar total Rp464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun.

 “Melalui berbagai inovasi dan produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif, PT SMI semakin memantapkan langkahnya untuk terus bertumbuh serta berkembang dengan pesat dalam menjalankan mandat Kemenkeu sebagai Pemegang Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth).” Jelas Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menanggapi capaian yang telah diperoleh PT SMI selama satu dekade terakhir.


Lampiran Siaran Pers

Kepercayaan dan dukungan Pemegang Saham serta seluruh Pemangku Kepentingan telah membuat PT SMI terus bertumbuh selama 10 tahun dan berkesempatan mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia. Berikut adalah kilasan utama pencapaian PT SMI selama 1 (satu) dasawarsa baktinya untuk negeri:

  1. Dukungan PT SMI terhadap proyek infrastruktur Indonesia mendorong terciptanya multiplier effect sebesar 18,14 kali terhadap modal disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.
  2. Melalui penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, Perseroan telah mampu menjaga kualitas aset dengan NPL neto yang sangat rendah sebesar 0,65% dan PT SMI telah beroperasi secara efisien. Hal ini dibuktikan dengan Cost Efficiency Ratio (CER) di bawah rata-rata dari perbankan nasional dan Development Financial Institution (DFI) lainnya.
  3. PT SMI melahirkan inovasi pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur berorientasikan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dengan menginisiasikan:
    • Green Bond – PT SMI tercatat sebagai emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan ini.
    • SDG Indonesia One (SIO) – Kemenkeu melalui PT SMI meluncurkan SIO sebagai integrated platform (development, de-risking, financing, dan equity funds) yang menghubungkan beragam proyek dengan investor yang paling sesuai dan telah menghimpun komitmen sebesar USD2,3 miliar, (3) Dana Pembangunan Hijau/ Green Climate Change (GCF) – PT SMI menjadi lembaga pertama di Asia Tenggara terakreditasi GCF.
    • Hedging SyariahForeign Currency Hedging iB yang disediakan bagi PT SMI melalui mekanisme transaksi Cross Currency Hedging iB senilai USD128 juta untuk memitigasi risiko fluktuasi pasar terhadap kegiatan usaha Syariah.
    • Medium-Term Notes (MTN) USD – Aktivitas fundraising berupa penerbitan MTN USD Sarana Multi Infrastruktur tahap I 2016 sebesar USD100 juta dengan keseluruhan program sebesar USD300 juta di mana hal ini merupakan terbesar di Indonesia untuk mendorong pendalaman pasar keuangan di Indonesia melalui variasi instrumen keuangan.
  4. Dalam hal inovasi pembiayaan, PT SMI telah menghasilkan beragam inovasi pada produk pembiayaan untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan infrastruktur, seperti:
    • Cash Defiency Support – Produk pembiayaan konvensional yang menjamin terbayarkannya kewajiban debitur kepada sindikasi perbankan sindikasi. Skema ini sukses diterapkan pada proyek Trans Sumatera.
    • Takeout Financing – PT SMI memberikan komitmen di awal suatu proyek untuk mengganti/ melanjutkan/ membeli fasilitas pembiayaan suatu proyek infrastruktur di kemudian hari dari institusi pemberi kredit lainnya.
    • Ijarah Al Maushufah Fi Al Dzimmah (IMFZ) – Pembiayaan syariah yang digunakan untuk membiayai transaksi perjanjian sewa-menyewa atas manfaat suatu barang (‘ain) dan/ atau jasa (‘amal) yang pada saat akad hanya disebutkan sifat-sifat dan spesifikasinya (kuantitas dan kualitas).
    • Step up MMQ Musyarakah Mutanaqisah – Pembiayaan berdasarkan prinsip musyarakah, yaitu syirkatul ‘inan (setiap pihak menyumbangkan modal), yang porsi (hishshah) modal salah satu syarik (Perseroan) berkurang disebabkan pengalihan secara bertahap (naqlul hishshah bil ‘iwadh mutanaqisah) kepada syarik yang lain (counterparty).
    • Contractor Pre-Financing (CPF) – Skema pembiayaan alternatif yang menyediakan kesempatan yang lebih besar bagi kontraktor Badan Usaha Miliki Neara (BUMN) dan swasta untuk turut andil dalam pengerjaan pembangunan proyek serta perencanaan cash-flow yang lebih baik bagi Pemerintah. Skema ini pertama kali diterapkan pada megaproyek Tol Trans Sumatera.

Selama 10 tahun eksistensinya, PT SMI telah meraih 34 penghargaan yang terdiri dari 24 penghargaan di dalam negeri dan 10 penghargaan internasional, di mana hal ini menunjukan kepercayaan Pemangku Kepentingan kepada PT SMI.

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

Informasi lebih lanjut:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Siaran Pers

SMI Day 2019: Dukungan Keluarga Tumbuhkan Semangat Membangun Indonesia

Peran PT SMI selama 1 dasawarsa sebagai katalis pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari dukungan keluarga. Hal tersebut memungkinkan para SMIers (karyawan PT SMI) untuk menerapkan nilai-nilai iSprint dalam aktivitas bekerja sehari-hari.

Sebagai salah satu rangkaian peringatan Dasabakti PT SMI 2019 dan wujud apresiasi dukungan keluarga dari para karyawan, PT SMI mengadakan SMI Day 2019 di Pasar Seni Ancol. Acara tahunan ini diwarnai gelak tawa, canda ria, & jalinan silahturahmi antar keluarga, termasuk penampilan band Gigi yang menghibur para SMIers beserta keluarganya.

PT SMI yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) meyakini bahwa dukungan para keluarga SMIers adalah kunci utama untuk senantiasa menumbuhkan Semangat Membangun Indonesia.

Tingkatkan Konektivitas Antardaerah, PT SMI Bersinergi Dukung Pembiayaan Pembangunan Dua Jalan Tol Proyek Strategis Nasional

Jakarta, 08 Maret 2019 – Dalam rangka mendukung konektivitas antardaerah secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles di bawah koordinasi Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu), senantiasa bersinergi dengan pebankan nasional mendukung pembiayaan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ruas jalan tol Cibitung-Cilincing dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar. Hal tersebut diawali melalui Penandatanganan Kredit Investasi Infrastruktur Jalan Tol PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) sebesar Rp6,8 triliun dan PT Waskita Bumi Wira (WBW) dengan nilai Rp3,96 triliun.

PT SMI mendukung terlaksananya pembangunan dua PSN ini dengan menyediakan produk pembiayaan yang memahami kebutuhan dari pemilik proyek melalui produk pembiayaan subordinasi yang akan memperkuat produk pembiayaan perbankan lainnya dan akan mendukung dalam mewujudkan profil keuangan debitur lebih sehat, sehingga menarik bagi para investor serta kalangan perbankan untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Dalam proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, PT SMI mendukung struktur pembayaran pokok dan bunga dibuat lebih fleksibel menyesuaikan dengan aliran kas (cash flow) proyek. Bahkan, selain pembayaran pokok dan bunga yang fleksibel – PT SMI memberikan tenor lebih panjang 2 tahun dari peserta sindikasi lainnya untuk proyek jalan tol Cibitung-Tanjung Priok.

Dukungan PT SMI Wujudkan Efisiensi Jarak Tempuh Melalui Ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Di ruas jalan tol ini, PT SMI bersinergi dengan Bank Mandiri, BNI, BRI dan CIMB Niaga, Bank Panin, Bank DKI, dan Bank Jatim mengucurkan pembiayaan bagi CTP untuk membangun ruas tol sepanjang 34,02 km. Tersedianya ruas tol ini akan mendukung arus lalu lintas barang di kawasan industri Cibitung dan terkoneksi langsung dengan jaringan tol Trans Jawa dan pelabuhan internasional Tanjung Priok, sehingga menciptakan distribusi logistik yang lebih efisien.

Keberadaan ruas jalan tol Cibitung-Tanjung Priok berperan besar dalam penghematan waktu tempuh dari sekitar 60-90 menit melalui JORR I atau tol dalam kota, menjadi hanya sekitar 30 menit (dengan asumsi kecepatan 60 km/jam) yang akan sangat membantu mengurai lalu lintas kendaraan harian serta berperan dalam penghematan biaya operasional kendaraan.

PT SMI Dukung Terwujudnya Kelancaran Distribusi Barang Nasional melalui Ruas Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar

Di ruas jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, PT SMI yang merupakan salah satu lead sindikasi pembiayaan juga bersinergi dengan Bank BNI, BRI, dan CIMB Niaga Syariah, Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah, Bank Bali, Bank Riau Kepri, Bank NTT, Bank Maluku Malut, Bank Papua, Bank Kalsel, Bank Sumsel Babel, Bank Kalbar, dan Bank Bengkulu mengucurkan pembiayaan bagi WBW selaku selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mewujudkan pembangunan ruas tol sepanjang 38,29 km ini. Jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar merupakan lingkar luar kota Surabaya yang menghubungkan kawasan Industri di Gresik dan sekitarnya dengan koneksi langsung dengan jalan tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur.

Ruas tol ini akan menjadi akses utama dari dan ke pelabuhan dan kawasan Industri Java International Port and Estate (JIIPE) di Gresik – kawasan industri terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia, sehingga mampu mendukung kelancaran distribusi barang nasional. Ruas jalan tol ini juga akan menghemat waktu tempuh Krian menuju Manyar selama kurang lebih 1 jam yang juga akan berdampak pada penghematan biaya operasi kendaraan.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini menyatakan,

“Komitmen Kementerian Keuangan melalui PT SMI dalam mendukung pembiayaan pembangunan PSN ruas jalan tol Cibitung-Cilincing dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar ini merupakan salah satu wujud dukungan terhadap upaya meningkatkan konektivitas antardaerah yang akan mendorong terciptanya manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selama 1 dasawarsa bakti PT SMI mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia, sinergi dengan para pemangku kepentingan telah memungkinkan kami mendukung 52 PSN dengan total nilai proyek sebesar Rp69,9 triliun.

Sepanjang 10 tahun peran PT SMI sebagai katalis pembangunan infrastruktur, kepercayaan para pemangku kepentingan merupakan hal inti yang memungkinkan PT SMI mendukung penyiapan dan pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia dengan total nilai proyek sebesar Rp1.151,8 triliun yang meliputi: (1) Pembiayaan dan Investasi Proyek Komersial serta Pemerintah Daerah, (2) Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan Proyek Jasa Konsultasi yang akan mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.”

-selesai-

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

Informasi lebih lanjut:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Siaran Pers