Sejarah PT SMI

  • Pendirian PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) pada tanggal 26 Februari 2009 di bawah koordinasi Kementrian Keuangan dengan mandat menjadi katalis pembangunan infrastruktur Indonesia.
  • Pembiayaan infrastruktur pertama di sektor irigasi senilai Rp284 miliar.

2009

2010

Pembentukan PT IIF, Entitas Anak Perseroan yang dibentuk sebagai perusahaan patungan dengan ADB, IFC dan DEG serta penambahan modal Pemerintah senilai Rp1 triliun.

Penugasan oleh Menteri Keuangan sebagai fasilitator penyiapan dua proyek showcase KPBU yaitu proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan.

2011

2012

  • Peluncuran pilar bisnis ketiga Jasa Konsultasi melengkapi pilar Pembiayaan dan Pengembangan Proyek.
  • Pembiayaan proyek tol Cikampek-Palimanan secara sindikasi bersama 21 lembaga keuangan.
  • PT Fitch Ratings Indonesia memberikan rating “AA (idn)” untuk Perseroan dengan Outlook Stabil.

Peresmian indeks infrastruktur SMinfra18 bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia. Fitch Ratings juga meningkatkan peringkat National Long-Term Rating Perseroan menjadi ‘AA+(idn)’ dengan Outlook Stable dan memberikan peringkat international rating (BBB-/Stable).

2013

2014

  • Penghargaan “Finance Project of The Year” untuk Proyek Umbulan pada 7th Global Infrastructure Leadership Forum di New York, Amerika Serikat.
  • Penerbitan Obligasi pertama Perseroan, senilai Rp1,0 triliun dengan peringkat idAA+ dari Pefindo.
  • Memperoleh izin perluasan sector pembiayaan dari OJK, yaitu Infrastruktur Sosial.
  • Pengalihan aset PIP sebesar Rp18,3 triliun memperkuat permodalan Perseroan.
  • Kerjasama Credit Facility dan Quasi Equity Facility dengan Bank Pembangunan Prancis (AFD) untuk pengembangan sektor energi terbarukan dan perubahan iklim.
  • Pembiayaan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Medan-Binjai dengan tenor terpanjang (25 tahun) dan grace period 15 tahun.

2015

2016

  • Pefindo meningkatkan corporate rating PT SMI menjadi “AAA”.
  • Fitch menaikkan outlook PT SMI menjadi positive dari sebelumnya stable.
  • Perseroan terakreditasi oleh Green Climate Fund (GCF), pertama dan satu-satunya di kawasan Asia Tenggara.
  • Aktif dalam pengembangan proyek KPBU Jaringan Serat Optik Palapa Ring Barat.
  • Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp5 triliun dari rencana komitmen sebesar Rp30 triliun.
  • Peluncuran inovasi produk baru Cash Deficiency Support (CDS), diimplementasikan pada pembiayaan proyek Tol Trans Sumatera Ruas Palembang-Indralaya (tenor 25 tahun).
  • Penandatanganan proyek-proyek KPBU pertama dengan dukungan VGF dari Pemerintah (SPAM Umbulan).
  • Penerapan standar Perlindungan Lingkungan dan Sosial.
  • Pembentukan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mengakomodir kebutuhan pembiayaan dengan skema syariah.
  • Partisipasi dalam pembiayaan sindikasi Syariah terbesar sector ketenagalistrikan.
  • Penandatanganan proyek KPBU pertama dengan skema Availability Payment (AP) Palapa Ring Paket Timur.
  • Bersama dengan Kementerian Keuangan menjadi host “The 3rd IDB Member Countries Sovereign Investments Forum”.
  • Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tahap II dengan nominal terbesar dalam satu kali penerbitan (Rp7 triliun).
  • Berperan penting dalam tercapainya Financial Close pendanaan LRT Jabodebek dan mendapatkan minat cukup tinggi dari perbankan nasional dan internasional dalam sindikasi pembiayaan.
  • Berperan penting dalam menarik partisipasi swasta untuk sindikasi pembiayaan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar melalui fasilitas Cash Deficiency Support (CDS) sebesar Rp7,5 triliun.
  • PT SMI ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia melalui pembiayaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomass di Merauke.
  • Berpartisipasi dalam skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dalam saham perusahaan Waskita Toll Road.

2017