siaran-pers     March 28, 2019

PT SMI Kelola Rp1.151,8 Triliun Untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Jakarta, 28 Maret 2019 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kepada salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (“SMV Kemenkeu”), yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”). Menkeu menilai, PT SMI telah menunjukkan kontribusi nyata mempercepat proyek infrastruktur di Indonesia melalui 261 proyek infrastruktur senilai Rp1.151,8 triliun. Peran PT SMI dalam percepatan proyek infrastruktur terebut dilakukan melalui pembiayaan dan investasi, jasa konsultasi serta penyiapan proyek infrastruktur. “Banyak ide janji baik yang mudah disampaikan namun hanya sedikit orang dan tembaga tekun menerjemahkan ide itu menjadi kenyataan. Saya sangat bangga dan berterima kasih PT SMI adalah salah satu dari sedikit institusi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi kenyataan.” ujar Menteri Keuangan dalam acara satu dasawarsa bakti untuk negeri PT SMI di Jakarta (28/3).

Beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh PT SMI tersebut telah melahirkan sejumlah manfaat nyata bagi bangsa seperti penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta tenaga kerja selama masa konstruksi.

Kontribusi dan capaian tersebut diperoleh melalui inovasi dan produk pembiayaan yang dinilai kreatif dan inovatif. Melalui bisnis Pembiayaan dan Investasi misalnya, PT SMI mengelola proyek komersil dan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan nilai proyek mencapai Rp553,6 triliun. Melalui bisnis Jasa Konsultasi, PT SMI dipercaya dan diberikan mandat menangani 46 proyek senilai Rp546,6 triliun untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek Infrastruktur Telekomunikasi, Transportasi, Ketenagalistrikan, Jalan Tol, Infrastruktur Sosial, serta Air Minum. Di samping itu, PT SMI juga berpartisipasi dalam 14 penugasan KPBU dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp51,6 triliun.

PT SMI diketahui telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp69,9 triliun, antara lain Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, Jaringan Optik Palapa Ring, Transportasi Perkotaan, Energi Terbarukan dan lain-lain.

Melalui fasilitas Pembiayaan Daerah, PT SMI diketahui juga telah memberikan dukungan nyata pembangunan infrastruktur daerah di mana 78% berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta sisanya di wilayah Indonesia Barat. Tercatat,  20 Offering Letter (“OL”) telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemda, di mana 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar total Rp464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun.

 “Melalui berbagai inovasi dan produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif, PT SMI semakin memantapkan langkahnya untuk terus bertumbuh serta berkembang dengan pesat dalam menjalankan mandat Kemenkeu sebagai Pemegang Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth).” Jelas Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menanggapi capaian yang telah diperoleh PT SMI selama satu dekade terakhir.


Lampiran Siaran Pers

Kepercayaan dan dukungan Pemegang Saham serta seluruh Pemangku Kepentingan telah membuat PT SMI terus bertumbuh selama 10 tahun dan berkesempatan mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia. Berikut adalah kilasan utama pencapaian PT SMI selama 1 (satu) dasawarsa baktinya untuk negeri:

  1. Dukungan PT SMI terhadap proyek infrastruktur Indonesia mendorong terciptanya multiplier effect sebesar 18,14 kali terhadap modal disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.
  2. Melalui penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, Perseroan telah mampu menjaga kualitas aset dengan NPL neto yang sangat rendah sebesar 0,65% dan PT SMI telah beroperasi secara efisien. Hal ini dibuktikan dengan Cost Efficiency Ratio (CER) di bawah rata-rata dari perbankan nasional dan Development Financial Institution (DFI) lainnya.
  3. PT SMI melahirkan inovasi pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur berorientasikan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dengan menginisiasikan:
    • Green Bond – PT SMI tercatat sebagai emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan ini.
    • SDG Indonesia One (SIO) – Kemenkeu melalui PT SMI meluncurkan SIO sebagai integrated platform (development, de-risking, financing, dan equity funds) yang menghubungkan beragam proyek dengan investor yang paling sesuai dan telah menghimpun komitmen sebesar USD2,3 miliar, (3) Dana Pembangunan Hijau/ Green Climate Change (GCF) – PT SMI menjadi lembaga pertama di Asia Tenggara terakreditasi GCF.
    • Hedging SyariahForeign Currency Hedging iB yang disediakan bagi PT SMI melalui mekanisme transaksi Cross Currency Hedging iB senilai USD128 juta untuk memitigasi risiko fluktuasi pasar terhadap kegiatan usaha Syariah.
    • Medium-Term Notes (MTN) USD – Aktivitas fundraising berupa penerbitan MTN USD Sarana Multi Infrastruktur tahap I 2016 sebesar USD100 juta dengan keseluruhan program sebesar USD300 juta di mana hal ini merupakan terbesar di Indonesia untuk mendorong pendalaman pasar keuangan di Indonesia melalui variasi instrumen keuangan.
  4. Dalam hal inovasi pembiayaan, PT SMI telah menghasilkan beragam inovasi pada produk pembiayaan untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan infrastruktur, seperti:
    • Cash Defiency Support – Produk pembiayaan konvensional yang menjamin terbayarkannya kewajiban debitur kepada sindikasi perbankan sindikasi. Skema ini sukses diterapkan pada proyek Trans Sumatera.
    • Takeout Financing – PT SMI memberikan komitmen di awal suatu proyek untuk mengganti/ melanjutkan/ membeli fasilitas pembiayaan suatu proyek infrastruktur di kemudian hari dari institusi pemberi kredit lainnya.
    • Ijarah Al Maushufah Fi Al Dzimmah (IMFZ) – Pembiayaan syariah yang digunakan untuk membiayai transaksi perjanjian sewa-menyewa atas manfaat suatu barang (‘ain) dan/ atau jasa (‘amal) yang pada saat akad hanya disebutkan sifat-sifat dan spesifikasinya (kuantitas dan kualitas).
    • Step up MMQ Musyarakah Mutanaqisah – Pembiayaan berdasarkan prinsip musyarakah, yaitu syirkatul ‘inan (setiap pihak menyumbangkan modal), yang porsi (hishshah) modal salah satu syarik (Perseroan) berkurang disebabkan pengalihan secara bertahap (naqlul hishshah bil ‘iwadh mutanaqisah) kepada syarik yang lain (counterparty).
    • Contractor Pre-Financing (CPF) – Skema pembiayaan alternatif yang menyediakan kesempatan yang lebih besar bagi kontraktor Badan Usaha Miliki Neara (BUMN) dan swasta untuk turut andil dalam pengerjaan pembangunan proyek serta perencanaan cash-flow yang lebih baik bagi Pemerintah. Skema ini pertama kali diterapkan pada megaproyek Tol Trans Sumatera.

Selama 10 tahun eksistensinya, PT SMI telah meraih 34 penghargaan yang terdiri dari 24 penghargaan di dalam negeri dan 10 penghargaan internasional, di mana hal ini menunjukan kepercayaan Pemangku Kepentingan kepada PT SMI.

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

Informasi lebih lanjut:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Siaran Pers

Related Posts