Kilas balik

Pendirian PT SMI pada tanggal 26 Februari 2009 sebagai Badan Usaha Milik Negara dengan tugas khusus mendukung agenda pengembangan infrastruktur Indonesia. PT SMI memperoleh izin usaha sesuai Keputusan Menteri Keuangan nomor 396/KMK.010/2009.

PT SMI selaku wakil Pemerintah menandatangani Founders Agreement dengan Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) dan Deutsche Investitions und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) sebagai langkah awal pembentukan perusahaan patungan di bidang pembiayaan infrastruktur, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). PT IIF memperoleh izin usaha melalui Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-439/KM.10/2010.

Keberhasilan pembentukan PT IIF, Entitas Anak PT SMI yang dibentuk sebagai perusahaan patungan dengan ADB, IFC dan DEG.

Penambahan modal Pemerintah senilai Rp1 triliun sebagai bukti komitmen jangka panjang pemegang saham kepada peningkatan usaha PT SMI dan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Peningkatan kinerja usaha yang signifikan, dengan total komitmen pembiayaan mencapai lebih dari Rp400 miliar di sektor Ketenagalistrikan, Pelabuhan Laut, Jalan Tol, Penyediaan Air Bersih, Jalan Kereta Api, serta Minyak & Gas Bumi.

Penugasan PT SMI oleh Menteri Keuangan sebagai fasilitator penyiapan dua proyek showcase Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS): proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan, yang membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan ragam jasanya di sektor infrastruktur.

Total komitmen pembiayaan melonjak 289,2% dari tahun sebelumnya mencapai Rp1.158 miliar dengan eksposur yang lebih luas dari segi cakupan sektor, lokasi geografis proyek maupun skema pembiayaan; laba bersih mencapai Rp97,4 miliar atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari kinerja 2010.

Peluncuran layanan jasa konsultasi sebagai pilar bisnis PT SMI yang ketiga guna melengkapi bidang usaha yang ada di bidang pembiayaan proyek dan penyiapan proyek, sehingga PT SMI dapat menawarkan solusi yang lebih lengkap bagi pasar infrastruktur.

PT SMI meraih peringkat ‘AA(idn)’ untuk National Long Term Rating dengan Stable Outlook dari Fitch Ratings, bukti kepercayaan pasar kepada PT SMI dan prospek sektor infrastruktur di Indonesia.

Portofolio pembiayaan infrastruktur mencapai total sebesar Rp2.222 miliar di sektor ketenagalistrikan, jalan & jembatan tol, air minum serta pelabuhan dan sektor lain di seluruh Nusantara, dari total nilai proyek sebesar Rp19,5 triliun, serta menciptakan efek multiplier sebesar 8,8 kali yang meningkatkan peran PT SMI sebagai katalis pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Pemerintah memberikan tambahan setoran modal sebesar Rp2 triliun, tanda pengakuan Pemegang Saham atas kinerja PT SMI dan membuka peluang bagi PT SMI untuk terus meningkatkan kontribusinya bagi sektor infrastruktur nasional

Peresmian indeks infrastruktur SMinfra18 bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia sebagai acuan peluang pengembangan infrastruktur di Indonesia. Sebagai pengembangan dari indeks tersebut, pada Januari 2014 diluncurkan reksadana Exchange-Traded Fund (ETF).

Pengembangan organisasi PT SMI menjadi empat Direktorat: Direktorat Utama, Direktorat Pembiayaan & Investasi, Direktorat Pengembangan Proyek & Advisory, serta Direktorat Manajemen Risiko, Keuangan & Dukungan Kerja, yang menegaskan kembali aspirasi pertumbuhan PT SMI.

Fitch Ratings meningkatkan peringkat National Long Term Rating PT SMI menjadi ‘AA+(idn)’ dengan outlook Stable dan memberikan peringkat international rating (BBB-/Stable), yang merefleksikan peran strategis PT SMI dalam sektor infrastruktur nasional.

Penetapan Rencana Jangka Panjang PT SMI 2014-2018 untuk membangun PT SMI menjadi perusahaan yang memberikan solusi total bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Sebagai tambahan dari SMIinfra18, pada Januari 2014 Reksa Exchange-Traded (ETF) berdasarkan indeks tersebut diluncurkan (Ticker Kode: Xisi).

Pada Mei 2014, Perusahaan mengadakan penerbitan obligasi pertama “Obligasi I Sarana Multi Infrastruktur Tahun 2014″ bernilai sebanyak IDR1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah). Penerbitan obligasi ini bertujuan untuk mempromosikan PT SMI dalam menjalankan perannya sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Emisi obligasi Perseroan menunjukkan hasil yang sangat menarik dengan permintaan yang masuk melebihi 2,6x dari nilai obligasi yang ditawarkan.

30 April 2015
Terbitnya Surat OJK No. S-48/D.05/2015 tentang Permohonan Persetujuan Izin Penambahan Infrastruktur pada PT SMI diterbitkan. Melalui surat ini, sektor-sektor yang dapat dibiayai PT SMI bertambah.

13 Agustus 2015
PT SMI dan PT Hutama Karya (Persero) menandatangani perjanjian kredit. PT SMI memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp481 Miliar kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera paket Medan-Binjai. Selain itu PT SMI juga mendanai proyek Jalan Tol Trans Sumatera paket Palembang-Indralaya yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Penandatanganan ini menunjukkan komitmen serius PT SMI dalam mendukung program Pemerintah untuk merealisasikan proyek-proyek infrastruktur strategis di Indonesia yang salah satunya adalah Jalan Tol Trans Sumatera.

3 Desember 2015
PT SMI menandatangani Credit Facility Agreement dengan AFD (Agence Française de Développement) senilai USD100 juta dan Quasi Equity Facility Agreement dengan nilai USD5 juta untuk pengembangan renewable energy dan climate change di Indonesia serta penandatanganan MoU untuk meningkatkan kemampuan PT SMI dalam melakukan asesmen proyek renewable energy dan climate change di Indonesia.

7 Desember 2015
Kementerian Keuangan memberikan Dukungan Kelayakan Proyek untuk proyek KPBU SPAM Umbulan. PT SMI memberi pendampingan untuk persiapan proyek tersebut sejak tahun 2011. Terbitnya dukungan dari Kementerian Keuangan merupakan pencapaian penting karena sejak dicanangkan tahun 1985 sebagai Proyek Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Provinsi Jawa Timur, belum ada kemajuan berarti hingga PT SMI ditunjuk untuk mempersiapkan proyek tersebut.

8 Desember 2015
PT SMI menerbitkan Medium Term Notes (“MTN”) Sarana Multi Infrastruktur I Tahun 2015. MTN ditawarkan dengan total keseluruhan nilai pokok sebesar Rp850 miliar.

21 Maret 2016
Pengalihan aset PIP memperkuat struktur modal Perseroan dan meningkatkan kualitas kredit Perseroan. Momentum ini dimanfaatkan Perseroan untuk melakukan refinancing atas pinjaman sindikasi USD yang dimiliki. Dengan refinancing ini Perseroan berhasil menghemat biaya bunga sebesar USD1,5 juta.

24 Maret 2016
PT SMI membentuk Direktorat Manajemen Risiko yang merupakan peningkatan dari Divisi Manajemen Risiko. Pembentukan Direktorat tersebut menjadi titik awal dimulainya era pengelolaan risiko yang lebih independen dan transparan, sistematis, terstruktur, fokus, dan sesuai dengan peningkatan kompleksitas aktivitas usaha Perseroan.

29 Agustus 2016
PT SMI menjadi bagian dari kreditur sindikasi dalam perjanjian kredit dengan PT LEN Telekomunikasi Indonesia terkait proyek Palapa Ring Tengah.

1 September 2016
PT SMI telah menerapkan standar penerapan Perlindungan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Safeguards) yang dituangkan dalam 10 (sepuluh) elemen Perlindungan Lingkungan dan Sosial.

19 September 2016
PT SMI telah menambahkan Resilience dalam nilai-nilai perusahaan i-Sprint. Resilience dipilih dengan mempertimbangkan bahwa perilaku ini menyimbolkan daya
tahan, konsistensi, persisten, rasa optimis dan tidak mudah menyerah.

22 Desember 2016
PT SMI melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas dan PT Penjaminan Infrastruktur (Persero) untuk kegiatan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan dalam penyediaan infrastruktur nasional.

23 Desember 2016
PT Fitch Ratings Indonesia menaikkan outlook peringkat kredit (rating) PT SMI untuk National Long-Term Rating menjadi positive outlook dari sebelumnya stable outlook.

30 Desember 2016
Pemerintah telah menambah Penyertaan Modal Negara sebesar Rp4,16 triliun, sehingga total modal Perseroan menjadi Rp30,84 triliun. Dengan tambahan modal tersebut, dari sisi kekuatan permodalan, PT SMI telah setara dengan bank Buku 4.