News


AIIB Finances $ 441 Million Indonesia Infrastructure

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) is not too worry with political situation in Indonesia to welcome election. This was stated by AIIB Delegation Leader Christopher Legg, during a meeting with President Joko Widodo at the Bogor Presidential Palace on Monday (12/3/2018).

Legg said, currently his party is financing three infrastructure projects under the Indonesian government with a total value of USD 441 million. This money is to fundthe construction of reservoirs, slum settlement management, and financial support for PT Sarana Multi Infrastruktur.


Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) tidak terlalu kliawatir dengan situasi politik Indonesia yang tengah bersiap menyelenggarakan pemilihan umum. Hal itu dikemukakan Pimpinan Delegasi AIIB Christopher Legg, pada pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden Bogor, Senin (12/3/2018).

Legg mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendanai tiga proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah Indonesia dengan nilai total 441 juta dolar AS. Pendanaan itu untuk pembangunan waduk, penataan permukiman kumuh, dan bantuan dana untuk PT Sarana Multi Infrastruktur.

“AIIB masih sangat muda, baru beroperasi selama 2 tahun. Selama 2 tahun itu kami telah membiayai 20 proyek, 3 di antaranya berasal dari Indonesia,” tuturnya. Meskipun ada 3 proyek yang didanai, menurut Legg, AIIB tidak diliputi kekhawatiran soal kondisi Indonesia yang bersiap memasuki masa-masa pilkada dan pilpres.

Menurutnya, AIIB tidak menaruh perhatian dalam urusan politik dalam negeri Indonesia. “Politik dalam negeri hanya bisnis biasa bagi kami. Saat ini ada beberapa proyek yang siap beijalan dan kami tidak menjadikan isu politik sebagai dasar pertimbangan kami,” katanya.

Dia menambahkan, pertemuan- dengan presiden menjadi momen yang tepat untuk mendengarkan masukan dari pemerintah Indonesia. Terutama mendengarkan keinginan pemerintah kepada AIIB.

Menurutnya, saat ini pemerintah Indonesia terlihat jelas berorientasi untuk membangun infrastruktur. Hal itu juga menjadi kesempatan bagi AIIB untuk turut mendanai proyek lainnya di Indonesia.

Direktur Eksekutif AIIB Ronald Sila-ban mengatakan, kunjungan delegasi AIIB ke Indonesia kali ini adalah untuk melihat program dan proyek-proyek yang berkaitan dengan AIIB. “Kami diterima dalam rangka courtesy call. Besok juga kami akan melakukan kunjungan ke Yogyakarta dan Solo untuk melihat program dan proyek yang ada kaitannya dengan AIIB,” ucapnya.

Pemegang saham

Menteri Keuangan Sri Mulyani In-drawati mengatakan, Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri dari lembaga yang beroperasi sejak 16 Januari 2016 itu. Indonesia termasuk salah satu j pemegang saham terbesar di dalam AIIB.

Indonesia mendapatkan salah satu pendanaan bersama tiga negara lainnya di awal berbperasinya AIIB. Proyek pertama Indonesia yang didanai itu ialah program peningkatan permukiman kumuh nasional dengan biaya sebesar 216 juta dolar AS.

Pada tahun 2017, Indonesia dan AIIB kembali bekerja sama di dalam dua proyek. Proyek pertama ialah pembangunan infrastruktur daerah yang mencakup penyediaan air bersih dan sanitasi, penanganan banjir, pengelolaan limbah, serta penataan lingkungan kumuh. Proyek ini beijalan dengan biaya 100 juta dolar AS.

Pada kerja sama yang kedua di tahun lalu, kata dia, pemerintah menjalankan proyek yang disebut dengan Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) dengan dana sebesar 125 juta dolar AS. Proyek ini dimaksudkan sebagai program jangka panjang pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dalam hal pengelolaan bendungan di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan agar sejumlah proyek irigasi di Indonesia dapat dimasukkan ke dalam agenda kerja sama antara Indonesia dan AIIB.

“Ada beberapa dam yang sedang kita bangun yang mulai tahun 2018 ini sudah ada yang selesai. Tentu harus dilanjutkan dengan pembangunan untuk memanfaatkan air di waduk-waduk. Sebagian sudah kita siapkan dengan APBN, tapi ini akan selesai lebih banyak lagi sehingga kita ajukan ke Bappenas untuk bisa diajukan ke AIIB,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan dukungan secara langsung kepada pembentukan AIIB sejak awal pendiriannya. AIIB dianggap sesuai dengan visi dan misi pemerintahan yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di lima tahun pemerintahan Jokowi.

“Salah satu tindakan saya yang pertama saat menjadi Presiden Indonesia pada tahun 2014 adalah untuk menyatakan dukungan penuh dan niat serius untuk bergabung dengan AIIB,” ucapnya.

Back to List News

Related News

Geo Dipa-SMI Develops Dieng Geothermal Power Plant 2019 Begins, Tanjung Selor Type B Hospital Completed 2020 Inaugurated Konawe Hospital, Sri Mulyani: Tax Money is Returned to The People PT Sarana Multi Infrastruktur Expands Sector for Its Financing Bogor Outer Ring Road Toll Project Got Finance from SMI IDR 660 Billion