news     March 15, 2018

JBIC Offers Cooperation Schemes for Infrastructure Projects

Japan Bank for International Cooperation (JBIC) opens further cooperation opportunities to finance infrastructure in Indonesia. This Japanese financial institution will cooperate with PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). The possibility of such cooperation revealed after the two organizations held a meeting at the Coordinating Ministry for the Ministry of Maritime Affairs in Jakarta, today, Wednesday (14/3/2018).


Japan Bank for International Cooperation (JBIC) membuka peluang kerja sama lanjutan untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Lembaga keuangan asal Jepang ini akan menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Kemungkinan kerja sama tersebut setelah kedua pihak melakukan pertemuan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, hari ini, Rabu (14/3/2018). Dalam pertemuan tersebut, JBIC dipimpin CEO & Executive Managing Director JIBC Tadashi Maeda.

“Kolaborasi dengan JBIC bentuknya macam-macam,” kata Direktur Utama SMI Emma Sri Martini di Jakarta. (Baca juga: Perkuat Kerja Sama, Jonan Temui Mitra Strategis di Jepang).

Menurut Emma, potensi kerja sama bisa berupa pembiayaan, bantuan teknis, hingga pembangunan kapasitas. Berbagai struktur skema tadi telah dipresentasikan oleh JBIC. Hanya saja, belum ada proyek spesifik yang akan digarap keduanya.

Dia berharap kerja sama tersebut dapat dilaksanakan pada tahun ini. SMI pun sedang melakukan eksplorasi potensi proyek yang memungkinkan untuk digarap dengan JBIC. Pemerintahan Presiden Joko Widodo memang terus menggenjot pembangunan infrastruktur Indonesia.

Pertemuan JBIC di Kemenko Kemaritiman ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, JBIC juga sempat menyambangi Kemenko Maritim pada Senin (12/3/2018). (Lihat pula: Garap 2 Infrastruktur, Pemerintah Kembali Dapat Utang dari AIIB).

Dalam pertemuan tersebut, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengklaim JBIC ingin terlibat dalam pendanaan alternatif atas proyek yang ada di Indonesia. Salah satunya dilakukan dengan skema pembiayaan campuran (blended finance).

 

Link

Related Posts