News


LRT Jakarta Jabodebek Built Up in Dukuh Atas Side by Side

The government decided Jakarta Light Rail Transit (LRT Jakarta) and LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) that crossing at Dukuh Atas will be built side-by-side.


Pemerintah memutuskan trase kereta ringan Jakarta (Light Rail Transit/LRT Jakarta) dan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang bersilangan di Dukuh Atas akan dibangun bersisian. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono seusai rapat koordinasi di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (25/9), mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan kecukupan luas lahan di Dukuh Atas.

“Diputuskan dalam rapat bahwa nanti masing-masing membangun ‘track’-nya. Jadi Adhi Karya bangun ‘track’ sendiri, Jakpro juga bangun sendiri karena lahannya cukup, jadi masing-masing bisa dikasih, karena masing-masing punya target untuk mencapai (headway) 3 menit,” katanya.

LRT Jakarta merupakan proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digarap PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Sementara itu, pemerintah pusat juga membangun LRT Jabodebek di mana PT Adhi Karya (Persero) Tbk ditunjuk menjadi kontraktornya.

“Sebelumnya kan belum diputuskan apakah keduanya masuk ke Dukuh Atas karena lahannya dikatakan sempit, sekarang diukur langsung ke lapangan, ternyata lahannya masih ada. Jadi sudah bisa masuk,” ujarnya.

LRT Jakarta meliputi tujuh koridor, yakni Kebayoran Lama-Kelapa Gading, Tanah Abang-Pulomas, Joglo-Tanah Abang, Puri Kembangan-Tanah Abang, Pesing-Kelapa Gading, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta, dan Cempaka Putih-Ancol. Rute LRT Jabodebek meliputi Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas-Senayan, Cibubur- Bogor, dan Palmerah-Bogor.

Kedua LRT bersinggungan di Dukuh Atas, di mana rute LRT Jakarta melewati Manggarai dan Dukuh Atas untuk menuju Tanah Abang. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyambut progres terintegrasinya dua rute LRT tersebut di stasiun Dukuh Atas.

“Saya kira ini maju, tadi kita sepakat untuk masalah-masalah detilnya sudah selesai. Misalnya trasenya sudah ketemu antara yang Jakpro dengan Adhi Karya,” katanya.

Luhut mengklaim kemajuan proyek tersebut berjalan sesuai target yakni beroperasi 2019. “Kami sampai sekarang ‘push’ (dorong) terus. Makanya pertemuan-pertemuan ini terus-terusan, marathon, dengan PT KAI, Jakpro, Adhi Karya, Sarana Multi Infrastruktur, dan lainnya. Saya lihat orang-orang profesional dan saya bangga melihatnya,” pungkasnya.

 

Link

Back to List News

Related News

Request for Expressions of Interest: Individual Consultants for Geothermal Energy Upstream Development Project Papua Can Achieves Funding of Rp 3,5 Triliun Banks Await the Certainty of LRT Project Continuity District/City Government Suggested to Borrow from Bank Financing of LRT Project Soar Rp 5 Trillion