News


Menkeu: Peran SMI Penting Dukung SWF

NUSA DUA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peran PT Sarana Multi Infrastruktur sangat penting untuk mendukung skema investasi dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) bagi pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

“SMI merupakan perusahaan yang sangat tepat untuk menjadi jembatan bagi banyak pooling of funds yang dikelola SWF dengan proyek Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers acara “IDB Sovereign Investment Forum” ke 3 Tahun 2017 di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Sri Mulyani menjelaskan PT SMI selama ini memiliki fungsi khusus bagi penyiapan pembiayaan proyek infrastruktur oleh sektor swasta di Indonesia, sehingga tidak akan kesulitan menjalankan peran sebagai mediator dana dari SWF.

“Peranan SMI menjadi penting karena dalam skema PPP ikut mendesain proyek infrastruktur, dan menjadi mediator serta fasilitator dengan BUMN, bahkan mengambil sebagian risiko dengan menjadi bridging funding,” tutur Sri Mulyani.

Menurut dia, penyiapan pembiayaan dari berbagai sektor untuk infrastruktur sangat krusial, karena Indonesia saat ini memiliki tingkat perekonomian yang baik dan stabil, sehingga berpotensi menarik minat pelaku usaha untuk berinvestasi.

Untuk itu, melalui IDB Sovereign Investment Forum ke 3 Tahun 2017 yang telah dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, bisa tercipta suatu kesepakatan baru dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama melalui skema investasi SWF.

“Saya harap event ini bisa mengenalkan Indonesia lebih luas kepada para SWF, terutama untuk memahami situasi ekonomi di Indonesia, memahami list dari proyek-proyek infrastruktur, dan termasuk mereka yang sebagian pernah berinvestasi di Indonesia,” ujar Sri Mulyani.

Pertemuan IDB Sovereign Investment Forum ke 3 Tahun 2017 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 10-12 April 2017 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan bagi SWF dari negara-negara anggota IDB untuk mengeksplorasi berbagai peluang investasi.

Pada pelaksanaan kali ini, peluang investasi tersebut difokuskan kepada proyek pembangunan infrastruktur maupun pendidikan di Indonesia.

Rangkaian acara terdiri atas forum Sidang Dewan Penasihat, presentasi mengenai peluang investasi di negara-negara anggota IDB serta berbagai pertemuan bilateral untuk menindaklanjuti kemungkinan komitmen investasi.

Dalam pertemuan ini juga diselenggarakan eksebisi dengan menampilkan sejumlah proyek pembangunan di Indonesia untuk mendorong minat investasi para pengelola SWF.

Dana SWF merupakan dana abadi yang dimiliki pemerintah yang diinvestasikan ke instrumen deposito, saham, obligasi, properti, logam mulia untuk mendapatkan bunga, saham atau instrumen pendapatan dalam bentuk lain.

Sumber dana pokok yang merupakan dana abadi tersebut bisa berasal dari dana APBN maupun penerimaan dari sumber daya alam seperti minyak dan gas atau dari sumber-sumber penerimaan lainnya yang sah.

Saat ini dari sekitar 78 dana abadi SWF global, sebanyak 32 diantaranya dikelola oleh negara-negara anggota IDB, dengan total aset mencapai US$ 3,2 triliun atau 45% dari total aset SWF global.

 

Source

Back to List News

Related News

Nilai Proyek LRT Tahap I Dikoreksi Bank Mandiri Kucurkan Kredit 100 Juta Dollar AS untuk PT SMI Bank Mandiri Kucurkan Kredit US$ 100 Juta ke SMI DSSA dapat fasilitas pinjaman US$ 34 juta PENDANAAN MODAL KERJA: Dian Swastika Sentosa (DSSA) Teken Pinjaman US$34 Juta