news     December 13, 2017

Second Market Sounding, Invited Banks

The construction of West Sidoarjo local public hospitals (RSUD) continued to be accelerated. In the near future, the district government will hold a market sounding. It aims to attract investors who are willing to help constructing the hospital in Tambak Kemerakan, Krian.

As reported, the construction of West Sidoarjo RSUD will be handled by PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). This red plated company acts as a project director. Besides leading the construction, PT SMI acts as a consortium project investor.


Pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Sidoarjo Barat terus dikebut. Dalam waktu dekat, pemkab akan menggelar market sounding. Tujuannya, menarik investor yang bersedia membantu merealisasikan rumah sakit di Desa Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, tersebut. Event market sounding sebenarnya sudah berjalan tahun lalu.

Saat itu sejumlah investor dari kalangan perusahaan kesehatan, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) diundang. Asisten II Pemkab Sidoarjo Agoes Boedi Tjahjono menyatakan, market sounding kali kedua tersebut berbeda daripada yang sebelumnya. Investor yang diundang berasal dari kalangan perbankan.

“Untuk melihat apakah proyek ini bankable (bisa dapat pinjaman dari bank) atau tidak,” kata Agoes kemarin (12/12). Selain bersiap menyelenggarakan market sounding, pemkab masih menyusuni Jeasibility study (FS) RSUD Sidoarjo Barat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo dr Idong Djuanda menuturkan, pihaknya akan kembali berangkat ke Jakarta untuk mengonsultasikan proyek RSUD Sidoarjo Baiat. ‘Kami minta keluwesan pemerintah. Biasanya, proyek dengan skema KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) mencapai triliunan rupiah. Karena itu, biaya persiapan proyek biasanya mencapai Rp 20 miliar” ucapnya.

Namun, nilai proyek RSUD Sidoarjo Barat maksimal hanya Rp 250 miliar. Dinkes ingin mencari skema yang bisa menekan biaya persiapan ke level paling minimal.

Sebagaimana diberitakan, proyek pembangunan RSUD Sidoarjo Barat bakal ditangani oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Perusahaan pelat merah itu bertindak sebagai pengarah proyek. Selain bertugas memimpin pembangunan, PT SMI bertindak sebagai membentuk konsorsium investor proyek.

Related Posts