News


Umbulan Pipe Network Completed in 2019

The government aims to complete the construction of reservoirs and main distribution pipelines for the Umbulan Drinking Water Supply System, Pasuruan East Java in mid 2019.

Support of project preparation facilities from the Ministry of Finance was done by PT Sarana Multi Infrastruktur to assist East Java Provincial Government in preparing and executing Umbulan SPAM project transactions and government guarantee through PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.


Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan reservoir dan jaringan pipa distribusi utama untuk offtake Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan, Pasuruan Jawa Timur selesai pada pertengahan 2019.

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengatakan pembangunan reservoir dan jaringan pipa distribusi utama untuk offtake sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan dilakukan oleh 3 badan usaha yang saat ini tengah dimulai dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun depan.

‘Tiga badan usaha itu, PT Wijaya Kusuma Emindo, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Brantas Abipraya,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Untuk pembangunan offtake Surabaya dan Gresik SPAM Umbulan dilakukan oleh PT Adhi Karya senilai Rp237,56 miliar.

Offtake jaringan dari SPAM Umbulan ke kabupaten/kota Pasuruan dibangun oleh PT Wijaya Kusuma Emindo senilai Rp73,96 miliar.

“Kemarin baru tanda tangan kontrak dengan Brantas untuk offtake kota Sidoarjo dari SPAM Umbulan senilai Rp189.02 miliar,” ucap Hartoyo.

SPAM Umbulan ini merupakan proyek SRM pertama yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan termasuk dalam proyek Strategis Nasional dan Proyek Prioritas.
SPAM ini dibangun oleh PT Meta Adhya Tirta Umbulan yang merupakan konsorsium FT Medco Energi Internasional Tbk. dan PT Bangun Cipta.

Skema BOT

Proyek SPAM Umbulan akan menggunakan skema built operate transfer (BOT) dengan masa kerja sama 25 tahun sejak tanggal beroperasi komersial.

Pembangunan SPAM Umbulan ini menelan investasi senilai Rp2,05 triliun yang terdiri dari badan usaha senilai Rpl,232 triliun dan dana talangan wability gap fund (VGF) dari pemerintah yakni Ke-menterian Keuangan senilai Rp818 miliar.

Sebelumnya, Hartoyo menuturkan dukungan fasilitas penyiapan proyek dari Kementerian Keuangan dilaksanakan PT Sarana Multi Infrastruktur untuk membantu Pemprov Jatim dalam menyiapkan dan melaksanakan transaksi proyek SPAM Umbulan dan penjaminan pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Kementerian PUPR sendiri juga menganggarkan Rp461 miliar untuk turut serta dalam mendukung pembangunan SPAM Umbulan.

Anggaran Rp461 miliar tersebut terdiri dari Rp400 miliar untuk pembangunan jaringan distribusi utama sampai dengan reservoir offtake, pembangunan instalasi pengolahan air dari Kali Rejoso dengan kapasitas 300 liter per detik, izin penempatan pipa pada jalan tol yakni ruas Pasuruan-Gempol, Gempol-Pandaan, Surabaya-Gempol, Su-rabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gresik.

Selain itu, senilai Rp40 miliar untuk pembangunan SPAM di dua kecamatan dan Rp21 miliar pengembangan SPAM kota Surabaya melalui program Kota Binaan Akses Aman Air Minum dan SPAM di 12 kecamatan rawan air di kabupaten Pasuruan.

Untuk pembangunan jaringan distribusi dan sambungan rumah Rp2 triliun dari APBD/ PDAM Kab/Kota offtake. Selain itu APBD Provinsi Rp 16 miliar untuk pembebasan tanah yang digunakan bangunan instalasi.

SPAM Umbulan ini memiliki kapasitas 4.000 liter per detik dengan air baku berasal dari mata air Umbulan yang berlokasi di desa Umbulan yang disalurkan melalui pipa transmisi air baku ND 1.000-1.800 mm sepanjang 93 kilometer.

Air minum tersebut akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Pemprov Jawa Timur untuk kemudian disalurkan untuk melayani 1,3 juta masyarakat.

Back to List News

Related News

Geo Dipa-SMI Develops Dieng Geothermal Power Plant 2019 Begins, Tanjung Selor Type B Hospital Completed 2020 Inaugurated Konawe Hospital, Sri Mulyani: Tax Money is Returned to The People PT Sarana Multi Infrastruktur Expands Sector for Its Financing Bogor Outer Ring Road Toll Project Got Finance from SMI IDR 660 Billion